suplemenGKI.com

Selasa, 3 April 2018

02/04/2018

Persaudaraan Yang Rukun

Mazmur 133

 

Pengantar
Belakangan ini kehidupan masyarakat kita tidak lagi diwarnai sikap saling menghormati dan saling menghargai. Sebaliknya, sikap saling curiga dan saling memfitnah semakin bertumbuh subur. Kehidupan semacam ini tidak saja menghancurkan persatuan dan kesatuan, tetapi juga semakin menjauhkan berkat Tuhan dalam kehidupan umat.

Sesungguhnya sebagai ciptaan Tuhan yang mulia kita diberikan perintah untuk saling mengasihi. Alangkah indahnya apabila kehidupan bersama setiap hari diwarnai dengan kasih dan kerukunan.  Lalu apakah yang harus kita lakukan supaya terjalin relasi kasih yang  membangun kerukunan dan persaudaraan ? Mari kita merenungkannya .

Pemahaman

  • Ayat 1         : Bagaimanakah keadaan persekutuan umat yang seharusnya?
  • Ayat 2-3a    : Seperti apakah gambaran yang diberikan tentang persekutuan umat yang rukun?
  • Ayat 3b       : Mengapa umat harus hidup dalam relasi yang rukun?

Dalam bahasa Inggris perikop ini disebutkan sebagai “Songs of Ascents” yang artinya nyanyian pendakian. Mazmur ini dinyanyikan orang-orang Yahudi ketika naik ke Yerusalem sebagai peziarah untuk merayakan hari kudus mereka. Mazmur ini melukiskan dua hal sebagai dampak positif dari persatuan dan kerukunan. Pertama, seperti minyak yang meleleh ke janggut. Dalam tradisi Perjanjian Lama, minyak dipakai untuk sesuatu yang bernilai sakral, kudus, misalnya mengurapi imam. Selain itu, minyak juga melambangkan kesukaan. Artinya, kerukunan dan persatuan menjaga kekudusan jemaat dan kesukaan mengalir rata ke semua pihak. Kedua, seperti embun yang melambangkan penyegaran kehidupan. Berkat dan kehidupan sebagai dampak positif kerukunan akan terpancar dan dialami oleh mereka yang hidup dalam kerukunan.

Dimanakah kerukunan dalam kehidupan persekutuan itu ditempatkan? Tempat seharusnya bagi kerukunan umat ada di dalam lingkup keluarga, gereja (antar denominasi dan dalam denominasi), masyarakat (antar ras, suku, dan agama). Bila dalam hal yang disebutkan ini kerukunan sama sekali tidak mendapat tempat, kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat akan terasa jauh dari jamahan anugerah dan berkat Allah. Sebaliknya bila kita doakan dan usahakan terbangunnya kerukunan dalam kehidupan keluarga, gereja, masyarakat, dan bangsa kita, niscaya berkat dan kehidupan dari Tuhan akan terasa seperti minyak yang meleleh dan embun yang turun, menyegarkan kehidupan umat.

Refleksi
Dalam keheningan, bayangkanlah kita sedang berfoto bersama teman-teman akrab dengan berbagai latar belakang kehidupan. Bayangkan suasana yang aman dan damai! Bandingkan dengan konflik antar kelompok yang sering terjadi akhir-akhir ini! Apa yang seharusnya kita lakukan agar keluarga, gereja, dan masyarakat mengalami persaudaraan yang indah?

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah aku menjadi pemrakarsa persaudaraan dan kerukunan di lingkungan tempat Engkau mengutusku.

Tindakanku
Aku mau membangun persaudaraan dalam kerukunan dengan semua orang. Untuk itu aku akan bergaul dengan semua orang dalam sikap kasih yang penuh kerendahan hati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»