suplemenGKI.com

TIDAK SENDIRIAN

Keluaran 18:13-27

 

Pengantar
Di setiap tim olahraga, semua atlet harus mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya jika ingin meraih kemenangan. Apabila hanya ada satu orang yang berusaha maksimal, maka hampir dapat dipastikan bahwa tim tersebut akan lebih mudah menerima kekalahan. Kerja sama dalam sebuah tim menunjukkan bahwa setiap orang saling membutuhkan. 

Pemahaman

  • Ayat 13-16           : Apa yang sedang dilakukan oleh Musa?
  • Ayat 17-23           : Cara apa yang ditawarkan untuk menolong bangsa Israel?
  • Ayat 24-27           : Bagaimana hasil dari penerapan cara tersebut?

Musa mengantarkan bangsa Israel untuk keluar dari tanah Mesir. Perjalanan jauh yang mereka lalui merupakan bukti nyata penyertaan Tuhan. Musa dipilih Tuhan dan Musa selalu menyerahkan segala hal di dalam perjalanan itu ke dalam penyertaan Tuhan. Musa adalah perantara Tuhan dengan bangsa Israel. Ada banyak bukti penyertaan Tuhan yang menjadi mujizat di sepanjang perjalanan bangsa Israel. Semua kisah itu tertuang pada pasal-pasal sebelumnya

Pada masa itu, belum ada hukum yang mengatur dan mengelola kehidupan bangsa Israel sehingga tugas-tugas kepemimpinan dilakukan hanya oleh Musa. Musa melakukan tugasnya dengan memberi keadilan. Perkataan atau keputusan yang disampaikan oleh Musa juga dipahami sebagai keputusan dari Tuhan dan mereka datang kepada Musa untuk menanyakan petunjuk dari Tuhan. Melihat kondisi tersebut, Yitro hadir dan memberi penjelasan kepada Musa agar ia tidak melakukannya sendiri.

Nasihat yang diberikan oleh Yitro berupa petunjuk agar Musa dapat bekerja sama dengan orang-orang yang dapat dipercaya sebagai seorang pemimpin. Musa bertugas sebagai orang yang mewakili bangsanya di hadapan Allah. Musa juga harus membawa setiap perkara ke hadapan Allah agar jawaban atas perkara itu tetap berasal dari Allah dan juga mengajarkan kepada mereka keputusan-keputusan yang harus dilakukan. Musa perlu mencari orang-orang yang dapat menjadi pemimpin untuk menolongnya melakukan tugas ini. Mereka adalah orang-orang yang takut akan Allah, yang dalam bacaan dikategorikan sebagai pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang, dan pemimpin sepuluh orang (ay.21,24). Yitro menekankan bahwa mereka bersama akan turut menanggung tanggung jawab tugas tersebut.

Imam Yitro menegaskan jika Musa melakukannya dan percaya pada petunjuk kehidupan yang diberikan oleh Tuhan, maka seluruh bangsa akan bersukacita (ay.23). Musa merespons dan melakukan petunjuk itu. Orang-orang dipilih untuk menjalankan tugas menjadi pengadil dan pemberi keputusan, sekaligus memberitahukan hal-hal yang harus mereka lakukan di dalam kehidupannya. Orang-orang itu dipilih berdasarkan kemampuannya masing-masing. Musa tidak lagi mengerjakannya seorang diri, tetapi ia bersama dengan bangsanya menjalankan tugas dari Tuhan.

Refleksi
Marilah mengambil waktu untuk merenungkannya:

  • Apakah kita menyadari bahwa Tuhan selalu memberi kesempatan kepada kita untuk dapat mengambil bagian dalam kerja dan pelayanan bersama?
  • Apa yang sering membuat kita enggan dan ragu untuk melakukannya?

Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Untuk itulah, dibutuhkan kerja dan pelayanan bersama, baik di dalam keluarga, pekerjaan, juga pelayanan. Peran dan kehadiran kita akan sangat berarti bagi mereka yang ada di sekitar kita.

Tekadku
Tuhan, aku akan memakai kesempatan yang Engkau berikan untuk dapat bekerja sama dalam berbagai aspek kehidupan.

Tindakanku
Mulai hari ini, aku bersedia memberi diri untuk bekerja sama dan melayani bersama dengan baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*