suplemenGKI.com

MEMILIH HIDUP TULUS DALAM HADIRAT TUHAN

Mazmur 26

 

Pengantar
Hidup dalam kerumunan orang banyak adalah realitas yang tak dapat dihindari, kecuali kita memilih hidup menyepi atau mengasingkan diri. Hidup dalam kerumunan orang banyak juga berarti hidup dalam tantangan pilihan. Memilih untuk hidup dalam kumpulan kebenaran atau dalam kumpulan kejahatan, atau bahkan mencampuradukkan keduanya tanpa sebuah kesadaran. Bacaan Alkitab kita pada hari ini, yaitu: Mazmur 26 mengajak dan menuntun kita untuk melihat adanya pilihan hidup yang didasarkan pada sebuah kesadaran.

Pemahaman

Ayat  1 – 3, 11 – 12    :  Apa yang yang dikatakan terkait hal ketulusan hidup?

Ayat  4 – 5, 9 – 10      :  Apa perbedaan orang jahat dan orang benar?

Ayat 6 – 8                     :  Bagaimana gambaran sukacita berada dalam hadirat TUHAN?

Mazmur ini merupakan Mazmur doa, di mana pemazmur menyatakan bahwa walau ia telah berupaya hidup dalam ketulusan dan kebenaran namun terus (tetap) membutuhkan penyucian hidup dari TUHAN untuk masa selanjutnya. Biarlah TUHAN tetap menyelidiki dan menguji hidup (hati dan batin) serta menyatakan pembebasan dan pengasihan-NYA.

Dalam diri pemazmur ada kegelisahan karena harus berada di tengah kerumunan (kumpulan) orang banyak yang memilih jalan kejahatan. Ia sadar bahwa ada perbedaan hidup antara orang jahat (fasik) dan orang benar. Orang jahat digambarkan sebagai penipu, bersifat munafik, hidup dalam dosa, penumpah darah, melekat dengan perbuatan mesum, serta menerima suap. Dan pemazmur memilih untuk bergabung dengan orang benar yang hidup dalam hadirat TUHAN.

Hidup dalam hadirat TUHAN adalah hidup dalam penyucian (pembasuhan diri), dalam nyanyian syukur, dalam kesaksian  akan perbuatan ALLAH yang ajaib, hidup dalam kemuliaan TUHAN. Inilah yang menjadi sukacita dan kecintaan pemasmur, yaitu hidup dalam kediaman TUHAN.

Refleksi
Dalam keheningan hati dan pikiran marilah kita bertanya: Sudahkah kita sadar akan keberadaan hidup kita di hadapan ALLAH? Adakah kita hidup dalam kekudusan dan pengasihan ALLAH, atau hidup dalam kejahatan? Manakah yang menjadi pilihan dan kerinduan hati kita?

Tekadku
Ya TUHAN, ajarkanlah kami untuk hidup dalam ketulusan dan kebenaran, dalam nyanyian syukur, dalam cinta akan perbuatan TUHAN yang ajaib dan mulia, serta mempersaksikannya.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan terus hidup dalam kesadaran untuk memilih jalan yang benar dan tidak memilih jalan yang jahat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«