suplemenGKI.com

Kuasa Allah Sumber Pengharapan

Yeremia 31:7-14

 

Pengantar

Salah satu sifat Allah yang kerap kali dipertanyakan orang kristen ketika menghadapi masalah adalah kuasa Allah. Pada hari ini kita akan melihat bagaimana kuasa Allah itu bekerja, memulihkan kehidupan umat-Nya.

 Pemahaman  

-  Daerah manakah yang dimaksud dengan tanah utara di dalam ayat 8?

-  Dari perikop yang kita baca hari ini, dapatkah Saudara menggambarkan bagaimana kondisi bangsa Israel sebelum dipulihkan? Dan bagaimana pula kondisi mereka sesudah dipulihkan?

Kemarin kita sudah membaca bahwa latar belakang dari kitab Yeremia, khususnya pasal 31 ini, adalah kondisi bangsa Israel yang ditawan Babel. Secara geografis, pada dasarnya kerajaan Babel dapat dikatakan terletak di sebelah utara Israel. Itulah sebabnya pada waktu Allah berfirman bahwa IA akan memulihkan kondisi bangsa Israel, maka Tuhan bersabda, “Aku akan membawa mereka dari tanah utara.” Meskipun demikian, sebenarnya tidak seluruh bangsa Israel berada di kota Babilonia, ibu kota kerajaan Babel. Sebab merupakan suatu hal yang lazim pada waktu itu jikalau para tawanan tidak dikumpulkan di suatu wilayah tertentu, melainkan disebar ke berbagai wilayah kekuasaan bangsa yang memenangi peperangan tersebut. Patut diingat bahwa negara Babel pada waktu itu merupakan negara adi daya, yang mencakup wilayah sangat luas. Dan untuk menetralisir jiwa nasionalisme bangsa-bangsa yang telah ditaklukkannya, maka para tawanan tersebut – termasuk bangsa Israel di dalamnya – disebar ke berbagai wilayah kekuasaan Babel. Kondisi inilah yang dimaksud ketika Allah akan mengumpulkan bangsa Israel dari ujung bumi (ay. 8).

Sebagai bangsa yang tertindas, tentulah kondisi bangsa Israel tidak baik, lemah tak berdaya dan berbeban. Ketidak-berdayaan bangsa Israel ini digambarkan sebagai orang buta, lumpuh, perempuan mengandung. Gambaran ketidakberdayaan semacam ini dapat dilihat juga di dalam kitab Yesaya, dimana Allah juga berfirman, “Aku mau memimpin orang-orang buta… mengumpulkan mereka yang pincang” (Yes. 42:16; Mik. 4:6). Memimpin orang-orang yang lemah untuk menempuh perjalanan sejauh ratusan kilometer tentu bukanlah suatu hal yang mudah. Namun kuasa Allah membuat segala sesuatu tetap mungkin terjadi sekalipun bagi manusia hal tersebut dianggap mustahil. Allah bukan hanya membebaskan bangsa Israel dari tawanan musuh, tetapi Ia juga akan menjaga mereka seperti gembala terhadap kawanan dombanya (ay. 10), sehingga mereka akan hidup di dalam kelimpahan (ay. 12), dan sukacita terus meluap di dalam hidup mereka (ay. 13).

Refleksi:

Tatkala merenungkan kekuasaan Allah yang sedemikian dahsyatnya tersebut, bagaimana perasaan kita? Adakah hati kita bergetar sambil bergumam, “Wow, betapa dahsyatnya Allahku”? Allah sanggup melakukan perkara yang besar. Dia sanggup memulihkan keadaan kita.

Tekadku:

Doa: Tuhan, dalam menghadapi kehidupan yang kadang terasa berat ini, tolong saya untuk terus mengingat bahwa Engkau adalah Allah yang maha kuasa. Amin.

Tindakanku:

Saya akan mengakhiri hari ini dengan menyerahkan segala pergumulan hidup saya sambil berkata, “Aku percaya kuasa-Mu lebih besar dari masalahku. Amin.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«