suplemenGKI.com

KEBENARAN DIYAKINI UNTUK DIJALANI

Mazmur 26 : 1 – 8

 

Pengantar
Jika kita melakukan sesuatu hal yang salah maka kita cenderung untuk tidak bersedia ‘diperiksa’ hingga diketahui kesalahannya. Sebaliknya jika kita melakukan sesuatu hal yang benar maka kita siap dan sedia untuk diperiksa seutuhnya, karena memang tidak akan ditemukan kesalahan. Namun jika yang kita maksudkan kebenaran adalah kebenaran TUHAN, maka adakah di antara kita yang dapat memastikan bahwa kita telah melakukan kebenaran sesuai yang TUHAN tetapkan atau yang TUHAN inginkan. Jadi menarik jika kita memperhatikan apa yang Daud sampaikan kepada TUHAN tentang kebenaran yang dijalani dalam hidupnya. Maka mari kita perhatikan apa yang tertulis dalam Mazmur 26 : 1 – 8.

Pemahaman

Ayat   1 – 5          :  Apa permohonan dan kerinduan Daud?

Ayat   6 – 8          :  Bagaimana cara Daud memperlihatkan komitmen setianya kepada TUHAN?

Daud hidup di tengah umat yang berlaku tidak setia kepada TUHAN. Namun Daud tidak ikut-ikutan dalam segala perbuatan dosa mereka, bahkan dalam percakapan-percakapan mereka yang tidak berisi kebenaran. Untuk itu Daud memohon kepada TUHAN agar ia tidak mengalami penghukuman karena ia telah berlaku setia dan hidup dalam kebenaran.

Sebagai tandanya ia mengungkapkan dalam tindakan membasuh tangan dan berjalan mengelilingi mezbah TUHAN. Hal itu dilakukan sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring dan menceritakan segala perbuatan TUHAN yang ajaib. Daud juga menyatakan betapa ia mencintai rumah kediaman TUHAN, tempat kemuliaan TUHAN bersemayam.

Hukuman memang sering dimaknai sebagai akibat dari kesalahan atau ketidakbenaran, jadi wajar jika Daud memohon keadilan kepada TUHAN agar ia tidak mengalami penghukuman. Ini akan lebih kita pahami jika membaca ayat 9 – 12 sebagai lanjutan bacaan Alkitab hari ini, yang mana memperlihatkan adanya hukuman yang dapat menimpa orang berdosa. Namun menarik bahwa permohonan ini disertai komitmen kesetiaan dan cinta yang kuat kepada TUHAN dalam wujud hidup kudus dan benar. 

Refleksi

Dalam keheningan hati dan pikiran marilah kita bertanya:

  • Apakah kita telah berusaha hidup dalam kekudusan dan kebenaran TUHAN?
  • Apakah kita sedia diuji TUHAN?
  • Apakah kita tetap setia dan cinta TUHAN dengan hidup dalam kekudusan dan kebenaran?

Tekadku
Ya TUHAN, kuatkan saya untuk tetap dapat hidup kudus dan benar di hadapan-MU, dan sedia untuk terus diperiksa kehidupannya oleh TUHAN. 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya ingin terus menjaga ‘kesehatan’ kerohanian saya, yakni hidup kudus dan benar dalam pemeriksaan TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«