suplemenGKI.com

INGAT KASIH-NYA, INGAT KEBAIKAN-NYA

Mazmur 5:1-9

 

Pengantar
Ketika hati kita telah dilukai oleh seseorang, maka adakalanya kita memerlukan waktu yang cukup untuk proses pemulihan. Dalam proses pemulihan itulah, terkadang kita berupaya menghindari si pelaku. Tujuannya adalah agar seluruh kejadian yang pahit dan memilukan tidak menghantui pikiran kita. Bisa jadi ketika sering berjumpa dengan si pelaku, maka akan menambah kebencian kita kepadanya. Saudara, Daud pernah mengalami persoalan yang sama, yakni hidupnya dibuat susah oleh para musuh. Bagaimanakah sikap Daud ketika menghadapi perlakuan yang menyakitkan dari para musuhnya?

Pemahaman

  • Ayat 2-4         : Bagaimanakah cara Daud menyampaikan keluh kesah / permohonannya kepada Tuhan?
  • Ayat 5-7         : Apa sajakah bentuk pertolongan Tuhan yang diceritakan oleh Daud dalam bagian ini?
  • Ayat 8-9         : Apa yang menjadi tekad Daud ketika Tuhan telah menolong hidupnya?

Secara keseluruhan, Mazmur 5 ditulis oleh Daud ketika ia dibenci oleh para musuh. Dalam kondisi demikian, hidupnya dibuat menderita. Meskipun Daud dikelilingi oleh para musuh, ia justru mengambil sikap bergantung kepada Tuhan. Kata ‘berilah telinga’, ‘indahkanlah’, dan ‘perhatikanlah’, merupakan ungkapan seruan yang disampaikan oleh pemazmur. Di bagian pembuka doa inilah, Daud sangat mengimani bahwa Tuhan akan mendengarkan permohonannya, bahkan ia dengan rela hati mau menanti setiap jawaban doa (ayat 2-4).

Daud yang pada saat itu dibuat menderita oleh para musuhnya, justru bersikap sangat bijak. Ia tak mau membalas perlakuan musuh dengan cara yang setimpal, melainkan ia yakin bahwa Tuhan akan bertindak dan berperang dengan cara-Nya. Sukacita yang dialami oleh para orang fasik tidak akan bertahan lama, karena kehancuran akan berada di depan mereka (ayat 6). Tak akan ada lagi dusta dan hal-hal yang bertentangan dengan Allah, karena Tuhan sendiri yang akan membalaskan segala perbuatan orang fasik (ayat 8).

Daud sungguh-sungguh mengingat segala kebaikan yang Tuhan perbuat dalam dirinya. Semakin ia mengingat kasih dan kebaikan Tuhan, maka ia makin dikuatkan dalam menghadapi berbagai tantangan dari para musuh. Ia tahu pada siapa harus berpaut, yakni pada Tuhan yang hidup. Oleh karena itu, Daud bertekad untuk selalu mendekat pada Allah dan menyembah-Nya (ayat 9). Ia menyembah Allah dengan penuh hormat dan kesadaran akan perlunya anugerah Allah dalam dirinya. Daud meyakini sepenuhnya bahwa anugerah Allah akan menuntun dan membimbingnya untuk melakukan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.

Refleksi
Bagaimanakah respon saudara ketika berjumpa dengan orang-orang yang telah melukai hati saudara? Apakah suasana hati saudara seketika itu juga menjadi tidak stabil? Apakah saudara ingin membalas perlakuannya yang buruk? Ataukah saudara tetap bersikap positif dan memandang bahwa persoalan luka hati merupakan sesuatu yang wajar terjadi? Saudara, jangan biarkan luka hati menguasai diri dalam jangka waktu yang cukup lama. Ingatlah kasih dan kebaikan Tuhan, maka hati kita dilimpahi dengan damai sejahtera-Nya.

Tekadku
Tuhan, mampukanku untuk mengampuni orang-orang yang telah membuatku terluka. Ajarku untuk selalu mengingat kasih setia-Mu, agar hidupku makin menjadi berkat bagi kemuliaan-Mu.

Tindakanku
Hari ini aku akan mengucap syukur atas segala bentuk pertolongan Tuhan selama seminggu terakhir dan meluangkan waktu untuk berdoa bagi orang-orang yang pernah membuatku terluka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*