suplemenGKI.com

Yesaya 64:8-12

APA TUJUAN TUHAN MENYELAMATKAN KITA?

PENGANTAR
Doa dan seruan kita kepada Tuhan sering kali disertai dengan rasa kuatir yang mencekam. Mengapa demikian? Kekuatiran sangat erat hubungannya dengan egoisme.
jika kepentingan kita terancam atau tidak terpenuhi maka kita pun akan dicekam rasa kuatir, bahkan panik. Semakin egois seseorang, semakin mudah juga ia dicekam kekuatiran. Karena itu, seruan memohon pertolongan Tuhan juga akan dipenuhi dengan kekuatiran atau kepanikan jika hanya didorong oleh egoisme.

Bacaan kita hari ini mengajar kita untuk berseru kepada Tuhan, namun bukan oleh dorongan egoisme. Kita akan belajar dari Nabi Yesaya yang memohon pertolongan Tuhan bagi umat-Nya, bukan hanya supaya mereka memperoleh keselamatan, namun demi tujuan yang lebih agung dan mulia daripada itu: kemuliaan nama-Nya.

PEMAHAMAN
Setelah mengingat karya Tuhan di masa lampau (ay. 1-4) dan mengaku dosa (ay. 5-7), iman umat Tuhan pun diteguhkan. Dengan iman yang teguh, mewakili umat-Nya, Yesaya pun berseru agar Tuhan bertindak bagi umat-Nya.

  • Ay. 5-8. Sebagai apakah Yesaya menempatkan umat Tuhan di hadapan-Nya? Perhatikanlah sebutan dan ilustrasi yang digunakan di sini. Apa tujuan Yesaya menempatkan umat-Nya dalam posisi tersebut?
  • Ay. 9-12. Mengapa Yerusalem dan Bait Allah disebutkan di sini? Apa hubungan antara tempat-tempat kudus itu dengan keselamatan yang Yesaya doakan bagi umat-Nya.

Di ayat 5-8 Yesaya menegaskan bahwa umat Israel ada hanya karena Allah, “Sang Bapa” sekaligus penjunan yang telah menciptakan dan membentuk mereka (ay. 8). Yesaya memohon agar Tuhan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka, melainkan bahwa mereka adalah umat kepunyaan-Nya sendiri (ay. 9). Tindakan Tuhan sangatlah penting agar hubungan antara Tuhan dengan umat-Nya segera dipulihkan.

Selain mengingat umat-Nya, Yesaya juga memohon agar Tuhan mengingat tempat-tempat-Nya yang kudus, khususnya kota Yerusalem dan Bait Allah (ay. 10-12). Tempat-tempat di mana umat-Nya biasa memuji dan memuliakan nama-Nya itu telah hancur (ay. 11). Dengan mengingat dan melihat semua itu, Yesaya percaya bahwa Tuhan tidak akan lagi menahan diri dan tinggal diam (ay. 12). Tindakan Tuhan sangatlah penting agar nama Tuhan kembali dipuji dan dipermuliakan.

REFLEKSI
Pertolongan Tuhan kepada kita bukanlah untuk memuaskan egoisme kita, namun untuk memulihkan hubungan kita dengan-Nya dan agar kita dapat memuliakan nama-Nya.

TEKADKU
Ya Tuhan, tegurlah aku apabila doa-doaku masih dipenuhi egoisme. Aku ingin belajar melihat tujuan-Mu yang lebih agung dan mulia di setiap pertolongan yang Engkau berikan kepadaku.

TINDAKANKU
Aku akan bersaksi mengenai berkat dan pertolongan Tuhan yang aku alami akhir-akhir ini. Aku juga akan membagikan sebagian dari berkat yang aku terima dari Tuhan akhir-akhir ini untuk pembangunan gedung atau fasilitas gereja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*