suplemenGKI.com

Selasa, 28 Mei 2019

27/05/2019

Kisah Para Rasul 16:25-34

BERITAKANLAH INJIL

 

Pengantar
Tidak terbayangkan bagaimana situasi dan kondisi jemaat Kristen mula-mula, khususnya saat para rasul memberitakan injil keberbagai tempat. Sejarah menceritakan bahwa jemaat Kristen mula-mula menghadapi ancaman dan kekerasan. Demikian halnya dengan para rasul yang harus memberitakan injil keberbagai tempat. Mereka menghadapi kekerasan dan penganiayaan. Demikian halnya dengan Paulus dan Silas. Namun semuanya itu tidak melunturkan semangat pekabaran injil.

Pemahaman

Ayat 25-26           Apa yang dilakukan Paulus dan Silas dalam penjara?
Ayat 27-29           Apakah yang dilakukan oleh kepala penjara yang menyaksikan peristiwa itu?
Ayat 30-34           Apa yang dilakukan oleh kepala penjara dan keluarganya setelah mendengar pemberitaan Paulus dan Silas ?

Saat seseorang mengalami kekerasan dan penganiayaan biasanya tidaklah mudah untuk mau bersukacita. Berbeda dengan Paulus dan Silas ketika mereka didera dan dipenjarakan, mereka justru bernyanyi memuji nama Tuhan dan berdoa (ayat 25). Situasi ini tentu menjadi perhatian semua orang yang berada dalam penjara. Saat Paulus dan Silas memuji nama Tuhan dan berdoa terjadilah gempa bumi dan semua pintu dan belenggu mereka terlepas. Kepala penjara yang mengetahui hal itu berpikir tawanannya telah pergi dan bermaksud bunuh diri (ayat 27). Namun diluar dugaannya, Paulus dan Silas tidak melarikan diri bahkan berusaha menahannya untuk tidak melakukan bunuh diri. Peristiwa ini menjadi momentum pertobatan kepala penjara. Kepala penjara bersama keluarganya mendengarkan pemberitaan injil Paulus dan Silas. Ia dan seisi rumahnya menjadi percaya kepada Kristus dan memberi diri untuk di baptis.

Paulus dan Silas mengalami penganiayaan, namun tetap memuji Tuhan dan berdoa. Sikap mereka telah mengubah kehidupan seorang kepala penjara dan bahkan juga keluarganya. Kepala penjara yang tadinya tidak percaya menjadi menerima Kristus dan memberi diri di baptis. Tanpa sadar melalui sikap hidup yang selalu memuji Tuhan dan berdoa, orang lain terdorong untuk mengikut Kristus.

Saat ini ada banyak orang yang belum mengenal Kristus. Namun oleh karena hambatan dan tantangan seringkali keinginan memberitakan Injil menjadi surut. Ditambah lagi sikap hidup umat tidak lagi berpadanan dengan Injil Kristus. Akibatnya kehadiran umat TUHAN di tengah masyarakat menjadi hambar.

Refleksi
Sudahkah sikap hidup kita berpadanan dengan Injil Kristus ? Sudahkah berita Injil kita sampaikan melalui ucapan dan tindakan ? Perlu disadari bahwa kita diselamatkan untuk menjadi saksi Kristus sehingga mereka yang belum mengenal Kristus dapat mengenalnya melalui kita.

Tekadku
Ya Allah mampukan saya untuk menyadari bahwa ada tanggungjawab besar yang saya pikul yaitu memberitakan kabar baik kepada semua orang. Tolong saya untuk menjadikan hidup saya berpadanan dengan Injil Yesus Kristus. Biarlah diri dan hidup saya menjadi Injil Kristus yang hidup ditengah masyarakat.

Tindakanku
Mengoreksi diri dan memperbaiki segala tingkah langkah yang tidak berkenan dihadapan TUHAN. Tetap tekun dalam doa dan bersukacita dalam segala hal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»