suplemenGKI.com

SELASA, 28 MEI 2013

27/05/2013

KEJADIAN 1:31-2:4

MAKAN DAN ISTIRAHAT

 

PENGANTAR
Ada pernyataan yang berbunyi ‘Berhentilah makan sebelum kenyang dan beristirahatlah sebelum kelelahan’.  Pernyataan itu hendak mengajarkan atau mengingatkan kepada kita bagaimana seharusnya mengelola pola makan dan pola istirahat, di mana keduanya penting untuk menjaga kesehatan tubuh.  Ketika tubuh sehat tentu saja kita bisa lebih banyak menghasilkan karya dalam hidup.

PEMAHAMAN
Bagaimana Allah menyediakan makanan bagi manusia ciptaan-Nya?
(ayat 29)

Bagaimana Allah mengatur kehidupan manusia dalam hal ‘bekerja/berkuasa atas alam’? (ayat 1-2)

Bagaimana kita mengatur makan dan istirahat sebagai bagian dari kasih dan penghormatan kepada Allah?

Salah satu kebenaran dalam renungan kemarin adalah manusia merupakan puncak ciptaan Allah.  Manusia diciptakan setelah ciptaan yang lain dengan tujuan supaya terpenuhi kebutuhan hidupnya dan berkuasa mengatur ciptaan yang lain (ayat 26-28).  Di ayat 29 Allah kembali menegaskan bahwa Dia menyediakan segala tumbuhan dan pohon-pohonan yang menghasilkan bahan makanan.  Dia juga menyediakan binatang sebagai bagian dari ketersediaan makanan bagi manusia.

Allah memandang manusia sangat berharga di mata-Nya.  Ketika mencipta Allah memikirkan ketersediaan makanan.  Namun itu bukan berarti manusia boleh makan semaunya untuk memuaskan keinginannya.  Ketersediaan makanan itu untuk mencukupi kebutuhan manusia bukan untuk memuaskan keinginan.  Maka, manusia diajak untuk mengelola pola makan.  Bukan hanya itu, tetapi Allah juga memikirkan soal istirahat sebagai kesadaran bagaimana seharusnya manusia berkuasa atas alam.  Ayat 2 menunjukkan dengan jelas bahwa Allah berhenti dari pekerjaan-Nya dan beristirahat (bhs Ibr. ‘syabat’ pada ayat 2-3 mengandung arti “berhenti” dan “beristirahat”).

Lalu bagaimana seharusnya sikap manusia dalam hal makan dan bekerja?  Jelas, Allah menginginkan manusia untuk memperhatikan soal pola makan dan pola bekerja.  Artinya, Tuhan tidak menghendaki manusia untuk ‘rakus’ dalam hal makanan dan bekerja.  Manusia harus mengatur pola makan dan memiliki waktu untuk beristirahat.  Mengatur pola makan dan istirahat adalah sesuatu yang baik dan penting bagi kelangsungan hidup manusia.  Bahkan di dalam pengaturan pola makan dan istirahat itu terkandung nilai ketaatan, penghormatan dan pengakuan akan kuasa Allah yang besar.  Kalau Allah mengatur keduanya, itu berarti makan dan istirahat adalah bagian dari spiritualitas kita di hadapan-Nya.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Sudahkah kita memiliki pola makan yang sehat?  Makan bukan karena memuaskan keinginan tetapi memenuhi kebutuhan tubuh agar bisa lebih banyak menghasilkan karya.  Dan sudahkah kita memiliki waktu yang cukup untuk istirahat sebagai bagian dari mengatur pola bekerja?  Mengatur pola bekerja adalah wujud ketaatan, penghormatan dan pengakuan akan kebesaran Allah dalam diri kita.

TEKADKU
Tuhan…tolong aku mau mengatur pola makan, walau aku memiliki kesempatan untuk memuaskan keinginanku.  Dan ajar aku untuk menghargai Engkau serta tubuh yang Engkau ciptakan dengan memiliki waktu istirahat, walau ada kesempatan menghasilkan banyak karya.

TINDAKANKU
Hari ini aku menghargai Tuhan dan tubuh yang Dia ciptakan dengan berhenti makan sebelum kenyang dan beristirahat secukupnya sebelum tubuhku lelah.

Mengatur pola makan dan bekerja adalah wujud ketaatan, penghormatan dan pengakuan akan kebesaran Allah dalam diri kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»