suplemenGKI.com

HARAPAN YANG LENYAP

Yehezkiel 37:11-14

 

Pengantar
Ketika mengalami putus asa dan menghadapi banyak tekanan, kita cenderung mulai ragu dan tidak percaya kepadaTuhan. Bangsa Israel juga mengalami keraguan pada kuasa Tuhan. Oleh karena itu Yehezkiel berusaha meyakinkan bangsa Israel yang ragu pada janji Tuhan. Yehezkiel mencoba meyakinkan Israel bahwa mereka akan dibebaskan dari belenggu perbudakan. Namun, usaha itu tidak direspon oleh bangsa Israel. Mereka tidak percaya pada pemberitaan Yehezkiel. Dalam keadaan demikianlah, Yehezkiel mendapat penglihatan dari Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 11          : Apa bukti ketidakpercayaan bangsa Israel pada Tuhan dan keputus-asaan mereka?
  • Ayat 11          : Apa makna “tulang-tulang kami” pada kalimat yang diucapkan oleh bangsa Israel? Mengapa bangsa Israel berkata bahwa mereka telah kehilangan harapan?
  • Ayat 12          : Apa yang dilakukan oleh Allah bagi bangsa Israel.
  • Pernahkah kita kehilangan harapan, putus asa dan menyerah dalam segala hal?

Yehezkiel mendapat penglihatan yang ditunjukkan oleh Tuhan di suatu lembah yang penuh dengan tulang. Penglihatan itu bertujuan untuk melawan pernyataan bangsaIsrael yang mengatakan “Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah menjadi lenyap, kami sudah hilang.” Itulah bukti ketidakpercayaan bangsa Israel dan bukti dari keputus-asaan mereka.

Makna dari kata “tulang-tulang kami” sesungguhnya adalah kekuatan. Bangsa Israel merasa tidak lagi memiliki kekuatan sebab mereka dilemahkan dan nyaris hancur. Keadaan di pembuangan merupakan hilangnya harapan. Dalam ketiadaan harapan itu, Yehezkiel mendapat penglihatan di sebuah lembah yang penuh dengan tulang. Tulang-tulang itu adalah jasad orang-orang mati yang tidak dikuburkan. Dan ini adalah gambaran dari bangsa Israel.Kepada Yehezkiel, Allah menunjukkan bahwa Ia memiliki kuasa untuk membuat tulang-tulang ini hidup kembali. Penglihatan ini melambangkan kelahiran kembali sebuah bangsa. Maksud dari nafas hidup yang dihembuskan adalah Roh yang diberikan Allah untuk umat-Nya. Di sini jelas bahwa hanya Allah sendiri yang akan membuat Israel bisa melanjutkan kehidupan sebagai sebuah bangsa dan Allah jugalah yang akan memberikan semangat (Roh, Spirit) untuk bangkit dari keterpurukan, keputus-asaan dan hilangnya harapan.Ketika kita tidak bersama Tuhan dalam menghadapi semuanya itu maka akan berujung pada keputusasaan. Namun orang yang tetap hidup dalam jalan kebenaran Tuhan akan memiliki pengharapan. Pengharapanlah yang akan menjadi kekuatan yang diberikan oleh Tuhan, sebab iman kepada Kristus tidak akan pernah mengecewakan.

Refleksi
Melalui penglihatan ini memberikan kepada kita suatu perenungan akan penderitaan yang boleh terjadi dalam kehidupan manusia ditengah-tengah kehidupan ini. Ada yang menderita tanpa pengharapan, namun ada juga yang menderita dengan tetap berpengharapan.Manakah yang menjadi pilihan kita?

Tekadku
Tuhan tolonglah agar dalamkeadaan apapun saya tetap memiliki pengharapan kepada-Mu, karena itulah yang menjadi kekuatanku.

Tindakanku
Dalam segala keadaan yang saya alami, saya akan tetap berserah kepadaTuhan melalui doa dan penyembahan kepada Tuhan melalui puji-pujian.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«