suplemenGKI.com

Selasa, 28 Juni 2016

27/06/2016

Keintiman Dengan Tuhan Menentukan Respons Kita Terhadap Sebuah Peristiwa

2 Raja-raja 5:6-14

Pengantar

Ada kalanya Tuhan mengijinkan sebuah peristiwa tragis terjadi dalam kehidupan kita. Sebagai manusia yang terbatas, pada saat peristiwa itu terjadi, kita tak mengetahui rancangan dan kehendak Tuhan yang sangat sempurna serta mendatangkan kebaikan di kemudian hari. Hanya karena keintiman dengan Tuhan membuat kita bisa sepenuhnya kepada-Nya dan memilih untuk selalu bersikap positif.

Pemahaman

Ayat 6                   : Apa isi surat Raja Aram kepada Raja Israel?

Ayat 7                   : Bagaimana tanggapan Raja Israel setelah membaca surat Raja Aram? Menurut Sdr mengapa Raja Israel bersikap demikian? Kontraskan dengan sikap gadis pelayan dalam Ayat 3.

Ayat 8          : Apa yang dilakukan Elisa ketika diketahuinya Raja Israel mengoyakkan pakaiannya? Apa tujuan Elisa mengundang Naaman datang kepadanya?

Ayat 9-14   : Apa respons Naaman pada awalnya ketika menerima nasihat Elisa melalui seorang suruhan? Bagaimana kesudahan kisah ini?

Dalam suratnya kepada Raja Israel, Raja Aram meminta pertolongan Raja Israel agar menyembuhkan Naaman, panglima tentara Aram, dari penyakit kusta yang dideritanya. Alih-alih mencari pertolongan dari Tuhan dan bergantung penuh kepada-Nya, Raja Israel malah mengoyakkan pakaiannya usai membaca surat Raja Aram. Raja Israel mengira Raja Aram sedang mencari gara-gara dengannya. Bandingkan sikap Raja Israel dengan gadis perempuan pelayan istri Namaan. Ia seorang tawanan dan hanya pelayan, namun berani bersaksi bahwa di Israel ada nabi Tuhan yang bisa menolong. Bukankah kata-kata itu pula yang disampaikan oleh Nabi Elisa kepada Raja Israel. Tujuan Elisa mengundang Naaman untuk datang kepadanya ialah supaya Naaman dan bangsa Aram tahu, bahwa di Israel ada nabi Tuhan dan ada penyertaanNya. Naaman awalnya merasa terhina karena Elisa tidak berkenan menemuinya dan hanya menyampaikan pesan lewat seorang suruhan. Nasihatnya pun tak masuk diakal Naaman. Tetapi karena ia akhirnya taat, maka kesembuhanpun dialami Naaman.

Refleksi

Seberapa intim relasiku dengan Tuhan sehingga aku mampu bersikap sebagaimana dikehendaki-Nya bagi kemuliaan-Nya, ketika aku menghadapi sebuah peristiwa yang mencekam sekalipun?

Tekad

Membangun keintiman dengan Tuhan agar aku mampu bergantung penuh kepada-Nya serta bersikap dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya dan bagi kemuliaan-Nya.

Tindakan

Tidak mengandalkan kekuatan pribadiku sendiri ketika menghadapi sebuah peristiwa yang Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupanku. Sebaliknya aku akan berharap dan bergantung penuh kepada-Nya yang akan menolongku tepat pada waktu-Nya dan aku akan menyaksikan hal-hal baik dari Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»