suplemenGKI.com

2 Samuel 12:1-13.

 

Strategi Tuhan Menegur Daud.

 

Pengantar:

Tidak semua orang bisa menerima suatu teguran. Sekalipun ia sudah melakukan kesalahan namun ketika ditegur mungkin ia akan mengelak, membela diri atau bahkan tidak mengakui kesalahannya itu. Maka diperlukan suatu strategi yang tepat untuk menegur atau menunjukan kesalahannya.

Sangat menarik untuk kita perhatikan, bagaimana strategi Tuhan dalam menegur Daud yang sudah melakukan dosa perzinahan dengan Batsyeba. Strategi yang Tuhan lakukan untuk menegur Daud adalah sangat lembut tapi ampuh, bagaimanakah strategi itu?

Pemahaman:

1)      Siapakah yang Tuhan utus untuk menegur Daud atas dosanya? (v. 1)

2)      Bagaimana cara Natan menunjukan kesalahan Daud? (v. 2-6)

3)      Bagaimana respons Daud terhadap teguran Tuhan melalui nabi Natan? (v. 5, 13)

4)      Sebenarnya, siapakah yang disakiti oleh Daud ketika dia melakukan dosa? (v. 8-9)

5)      Apa konsekuensi atas dosa yang telah diperbuat oleh Daud? (v. 11-12)

 

Tentunya Tuhan tidak berbicara sendiri dengan Daud untuk menunjukkan atau

menegur Daud yang sudah berbuat dosa perzinahan, melainkan Tuhan mengutus nabi Natan. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan selalu melibatkan manusia yang diperkenan-Nya untuk menjadi mitra kerja-Nya.

Ketika Natan berjumpa dengan Daud, ia tidak langsung mengatakan bahwa Daud telah berdosa, berzinah dengan Batsyeba, membunuh Uria kemudian mengambil Batsyeba menjadi istrinya. Melainkan Natan memakai suatu perumpamaan (v.2-6) Ini mengingatkan kita bahwa seringkali Yesus menyampaikan pengajaran-Nya juga melalui perumpamaan.

Karena teguran Natan begitu halus dan menarik, maka Daud tidak menjadi tersinggung, marah atau menolaknya. Daud bahkan kemudian menyadari, mengakui dan menerima bahwa dirinya telah berdosa terhadap Tuhan dengan melakukan perzinahan yang kemudian berujung mengorbankan nyawa orang lain (v. 13)

Daud bahkan menyadari bahwa perbuatannya itu bukan saja membuat sesama manusia menderita dan menjadi korban, tetapi ia juga sadar bahwa Tuhanlah yang sesungguhnya telah disakiti, dikecewakannya lewat perbuatannya itu.

Karena Daud telah melakukan dosa, maka walaupun ia telah mengakui dan menyadarinya tetapi konsekuensi dosa itu tetap harus ditanggungnya. Hal ini menjadi sebuah pelajaran, bahwa setiap dosa pasti ada konsekuensinya (v. 11-12, 14)

Refleksi:
Kita seringkali diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menegur orang lain yang telah bersalah, apakah kita berdoa agar Tuhan memberikan hikmat untuk dapat menegur dengan benar?

Refleksi:
Tuhan, berilah hikmat-Mu agar saya dapat menolong orang lain untuk menyadari dosanya.

Tindakan:
Aku mau menegur orang yang jalannya keliru, dengan cara yang bisa membuatnya sadar-bertobat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«