suplemenGKI.com

RESPON TERHADAP KASIH SETIA TUHAN

Mikha 6:6-8

 

Pengantar
Renungan kemarin mengajak kita untuk melihat bagaimana keluhan Tuhan terhadap tingkah laku bangsa Israel yang hidup dalam dosa dan ketidaktaatan. Padahal Tuhan telah melakukan berbagai macam kebaikan dalam hidup mereka. Ketika mereka akan diserang oleh musuh, Tuhan sama sekali tidak pernah mengabaikan dan meninggalkan mereka.  Renungan hari ini akan mengajak kita untuk memperhatikan lebih dalam, apa yang Tuhan ingin kita lakukan, sebagai respon terhadap kasih setia-Nya yang tak berkesudahan itu.

Pemahaman

  • Ayat 6-7         : Apa usaha yang telah dilakukan oleh umat Israel untuk menebus dosa mereka kepada Tuhan?
  • Ayat 8             : Apa yang diminta oleh Tuhan agar umat Israel meresponi kasih setia-Nya?

Bangsa Israel menyadari akan apa yang Allah sampaikan melalui Mikha. Mereka berusaha menebus dosa mereka dengan cara mempersembahkan korban untuk menebus dosa mereka (ayat 6-7). Dengan mempersembahkan korban, mereka berharap dapat berdamai dengan Allah. Namun apakah itu yang Allah kehendaki agar mereka perbuat? Tidak! Allah bukan menghendaki anak lembu berumur setahun, ribuan domba jantan, puluhan ribu curahan minyak, maupun anak sulung mereka sebagai korban penebus dosa. Melainkan Allah menginginkan mereka mengakui kesalahannya dan merespon kasih setia-Nya dengan berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Ketiga hal ini memiliki makna sebagai berikut:

  1. Berlaku adil, yaitu tidak memihak dan jujur dalam memperlakukan sesama.
  2. Mencintai kesetiaan, yaitu mewujudkan belas kasihan yang sejati, yang bersumber dari Allah, untuk melakukan kebaikan bagi sesama yang membutuhkan pertolongan.
  3. Hidup dengan rendah hati di hadapan Allah, yaitu merendahkan diri di hadapan-Nya dengan takut dan hormat pada kehendak-Nya.

Tiga hal di atas bukan hanya untuk bangsa Israel di masa lampau, melainkan juga berlaku bagi semua umat-Nya sepanjang masa.

Refleksi
Dari ketiga hal yang Allah inginkan untuk umat-Nya lakukan sepanjang masa, manakah yang menurut saudara paling berat untuk dilakukan: berlaku adil-kah? Mencintai kesetiaan-kah? Atau hidup dengan rendah hati di hadapan Allah-kah yang paling sukar untuk dilakukan? Saudara, jika sesungguhnya kita mau melakukan tiga hal yang menjadi keinginan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan kita kemampuan, kekuatan, dan sukacita untuk menyelesaikannya hingga tuntas. Sehingga hidup kita pun berdampak dan memuliakan nama Tuhan.

Tekad
Tuhan, ampunilah bila selama ini aku meresponi kasih setia-Mu dengan hal-hal yang tidak berkenan di hati-Mu. Ajarku untuk hidup seturut dengan kehendak-Mu.

Tindakan
Aku akan belajar untuk hidup adil, setia, dan rendah hati di manapun aku berada, supaya hidupku memuliakan nama Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«