suplemenGKI.com

BUKA DIRI, JANGAN DIAM DIRI

Mazmur 32

 

Pengantar
Manusia cenderung untuk tidak bersedia terbuka (baca: diam diri) ketika melakukan kesalahan atau pelanggaran. Dalam kenyataannya, semakin didiamkan maka hidup ini makin tidak terasa damai. Salah satu hal yang berusaha dilakukan adalah seperti yang digambarkan dalam bacaan dan perenungan 4B di hari kemarin, yaitu memakai aneka topeng di hadapan orang lain. Tapi jika di hadapan TUHAN, apakah kita dapat bersembunyi? Jadi apa yang seharusnya kita lakukan ketika kita tidak hidup dalam kebenaran TUHAN, mari kita memperhatikan apa yang dinyatakan dalam Mazmur 32 yang kita baca pada hari ini.

Pemahaman
Ayat  1 – 2     :  Siapa orang yang berbahagia menurut Pemazmur?
Ayat  3 – 7     :  Bagaimana orang yang berdosa dapat mengalami kelegaan dan bersorak?
Ayat  8 – 11   :  Apa pernyataan TUHAN bagi orang yang percaya kepada-NYA?

Pemazmur menyatakan bahwa berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Jadi bahagia bukan diukur dari banyaknya hal yang dimiliki tapi dari kedamaian dan relasi baik dengan TUHAN. Ini akan membawa rasa kelegaan dalam hidup.

Kelegaan tidak diperoleh dengan cara berdiam diri tapi karena sedia membuka diri di hadapan TUHAN. Kita perlu menyatakan dosa kepada TUHAN dan tidak menyembunyikan kesalahan dan pelanggaran, karena kita percaya adanya pengampunan dari TUHAN.Pemazmur berkata: “Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada TUHAN. TUHANlah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan TUHAN menjaga aku, TUHAN mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.”

Pemazmur juga menyatakan bahwa TUHAN hendak mengajar dan menunjukkan kepada kita jalan yang harus kita tempuh; TUHAN hendak memberi nasihat, mata TUHAN tertuju kepada kita. Tapi janganlah kita seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang. Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi TUHAN dengan kasih setia.

Jadi bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!

 

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk:

  • Terbuka di hadapan TUHAN, mengakui segala kesalahan dan pelanggaran kita.
  • Mengimani janji pengampunan dan perlindungan TUHAN, dengan hidup dalam jalan yang TUHAN ajarkan.

Tekadku
Ya TUHAN, buatlah saya untuk selalu membuka diri di hadapan-MU dan percaya akan setiap janji-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya ingin hidup menurut jalan TUHAN dan berbalik jika salah dalam melangkah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»