suplemenGKI.com
Pelangi

Pelangi

Bacaan : Kejadian 17 : 3- 14.

PERJANJIANKU DENGAN ENGKAU.

Dalam renungan kemarin menyatakan bahwa Allah yang Maha kuasa telah meyatakan janjiNya kepada Abram dan akan segera menepatiNya/menggenapiNya. Janji Allah itu tidak bersyarat dan tidak bergantung kepada kecerdasan dan kemampuan Abram tetapi kepada kesetiaan Allah. Hal ini sangat penting sehingga Tuhan mengganti nama dari Abram menjadi  Abraham yang berarti “bapa sejumlah besar bangsa”.

Pertanyaan penuntun.

  1. Bagaimana respon Abram terhadap pernyataan janji Allah ? [ayat 3]
  2. Apa makna dari kalimat, “inilah perjanjianKu dengan engkau” ?  [ ayat 4 ]
  3. Apa saja isi dan rumusan dari perjanjian itu ? [ayat 4-8]
  4. Apa bukti atau tanda dari perjanjian tersebut ? [ ayat 9-14]
  5. Bagaimana sifat dari perjanjian tersebutan tersebut ?RENUNGAN.

Satu-satunya respon Abram terhadap pernyataan janji Allah adalah “Sujud” di hadapan Allah yang Maha kuasa. Istilah, “lalu sujudlah Abram” hendak menyatakan bahwa Abram setuju atau menerima dengan baik apa yang di janjikan Allah. .Abram tahu betul siapa yang sedang berdiri dihadapannya dan mengerti bahwa Ia adalah Allah yang setia pada janjiNya. Dan kini Abram sedang menunggu apa yang akan di ucapkan Allah. Dengan perhatian penuh Abram mendengarkan kata-kata Allah,”inilah perjanjianKu dengan engkau”. Kalimat ini hendak menyatakan bahwa Allah adalah pihak yang berjanji,  Tuhan berjanji kepada Abram  tentang beberapa hal, pertama : Janji tentang keturunan. Ayat 6 mengatakan, “Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak”. Nama Abram dirubah oleh Tuhan menjadi Abraham yang berarti “bapa sejumlah besar bangsa”, mulai saat itulah nama Abram berubah menjadi Abraham. Nama yang baru tersebut hendak menyatakan hubungan dan sangkut paut kehidupan Abraham dengan Allah. Kedua : “Aku” yaitu Allah yang Maha kuasa akan menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu [ ayat 7 ] disinilah letak inti dari rumusan perjanjian Allah dengan Abraham yaitu semua keturunan Abraham akan menyembah/beribadah kepada Allah yang Maha kuasa. ketiga : pemberian negri perjanjian [ ayat 8 ]. Janji Tuhan kepada Abraham  disini merupakan pembaharuan janji dalam Kej 12 : 1-3.

Sedangkan dari pihak Abraham adalah harus memegang  perjanjian Allah [ ayat 9-10], “dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjianKu” maksudnya adalah bahwa Allah menetapkan  bagian Abraham dalam proses perjanjian itu, dimana Abraham harus menyunat setiap anak laki-laki yang lahir di rumahnya baik anak-anak Abraham maupun anak-anak hambannya. Menolaknya berarti mengingkari perjanjian itu.

Dengan ini jelaslah bahwa perjanjian Allah dengan Abraham merupakan perjanjian khusus yang berlaku untuk suatu golongan khusus yaitu golongan yang sudi dan rela memasuki perjanjian serta syarat-syaratnya yakni kehidupan baru, kehidupan dihadirat Tuhan. Oleh sebab itu untuk memasuki perjanjian dengan Allah di butuhkan : 1.  Kepercayaan/iman kepada Allah pemegang perjanjian itu. 2.Ketaatan dalam melakukan perjanjian. 3.  Hidup yang sesuai dengan harapan Tuhan. Sebagai umat Tuhan sudikah kita menjalin perjanjian dengan Tuhan ? sanggupkah kita hidup dalam ketaatan ? kiranya Tuhan memberikan kesanggupan kepada saudara ? amin.

Tuhan Yesus Kristus adalah penggenapan perjanjian keselamatan yang ditentukan oleh Allah Bapa, oleh sebab itu pautkanlah hidup saudara kepadaNya”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*