suplemenGKI.com

Keluaran 34

Berjalan Bersama Tuhan

 

Pada kitab Keluaran pasal 32, diceritakan bahwa nabi Musa mendapatkan 2 loh batu dari Tuhan yang berisikan hukum 10 perintahan Allah  di Gunung Sinai. Ketika Musa melihat bangsa Israel menyembah anak lembu emas, marahlah Musa dan melemparkan 2 loh batu ke kaki gunung tersebut.

  1. Apa yang diperintahkan Tuhan kepada Musa?
  2. Apa yang dikatakan Tuhan kepada Musa waktu di gunung Sinai?
  3. Apa yang dilakukan Musa setelah mendengar perkatan Tuhan?
  4. Apa yang diharapkan Musa kepada Tuhan waktu Musa memimpin bangsa Israel?
  5. Apa yang menjadi pelajaran bagi kita atas bacaan di atas?

 

Renungan:

Setelah peristiwa dihancurkannya anak lembu emas oleh Musa, Tuhan memerintahkan Musa untuk memahat 2 loh batu dan dibawa naik ke atas gunung Sinai. Di sanalah Tuhan memberikan hukum 10 perintah Allah dan Musa menuliskannya di atas 2 loh batu tersebut.

Di gunung Sinai Tuhan menyatakan dirinya kepada Musa dan menyatakan sebagai Tuhan penyayang, pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya kepada beribu-ribu orang, namun Tuhan juga menyatakan tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman. Di sini Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa dosa harus dihukum namun kasih dan setiaNya di berikan kepada orang-orang yang mengasihiNya. Tuhan juga menyatakan mau memberikan pengampunan bagi orang-orang yang datang dengan pertobatan.

Musa menyadari kebesaran Tuhan dan berlutut ke tanah lalu sujud menyembah Tuhan. Musa memohon kepada Tuhan untuk Tuhan mau mengampuni dosa bangsa Israel dan untuk Tuhan mau berjalan di tengah-tengah bangsa Israel. Musa juga memohon Tuhan untuk menjadikan bangsa Israel sebagai miliki Tuhan walaupun bangsa Israel tegar tengkuk

Tuhan mengingatkan Musa dan bangsa Israel supaya tetap berpegang pada perintah-perintahNya dan berlaku setia pada perjanjianNya. Bangsa Israel diharapkan jangan membuat perjanjian-perjanjian dengan bangsa-bangsa lain supaya bangsa Israel tidak mengikuti allah-allah bangsa lain, karena Tuhan bangsa Isarel adalah Tuhan yang cemburu.

Musa mengerti bahwa bangsa Israel bukan bangsa yang mudah diatur atau mudah taat kepada Tuhan, namun Musa terus berharap bahwa Tuhan tetap mau memimpin bangsa Israel menuju tanah perjanjian.

Dari bacaan ini kita melihat bahwa ketegasan Tuhan terhadap umatNya tetap berlangsung, yang salah diberi hukuman dan yang setia hidup dalam kasihNya yang melimpah-limpah. Namun Tuhan juga pemurah, yang berdosa dan yang mau bertobat tetap diberi pengampunan. Tuhan juga menginginkan umatNya tetap setia dengan menyembah hanya kepadaNya saja serta tidak menyembah kepada allah lain atau berhala lain.

Bagaimana Allah di dalam kehidupan kita? Apakah Allah hanya kita miliki di dalam pengertian saja? Ataukah Allah yang benar-benar berjalan bersama-sama dengan kita?  Biarlah Allah yang selalu menjadi andalan di dalam kehidupanan kita karena Allah selalu bersama-sama dengan kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«