suplemenGKI.com

Memilih Untuk Setia dan Percaya, Berakhir Dilayakkan Tuhan

Rut 1:6-22

 

Pengantar

Jika dalam bagian pertama (Rut 1:1-5) kita telah belajar tentang Elimelech, laki-laki asal Betlehem-Yehuda, maka pada bagian ini kita belajar dari kisah tentang menantunya yang bernama Rut, seorang perempuan Moab. Asal muasal orang Moab diceritakan dalam Kitab Kejadian 19:30-38 yang mencatat peristiwa tentang hubungan terlarang antara Lot dan kedua putrinya. Selanjutnya bagaimana perilaku para perempuan Moab sampai menyeret bangsa Israel ke dalam dosa dikisahkan dalam Bilangan 25:1-3. Namun Rut rupanya seorang perempuan Moab yang berbeda. Ia teguh dengan pilihan hidupnya untuk tetap setia dan berani mengatakan kepada ibu mertuanya, Naomi: “….bangsamu adalah bangsaku, Allahmu adalah Allahku” (Rut 1:16).

Pemahaman

1. Menurut Sdr tindakan iman apakah yang diambil oleh Naomi sepeninggal suami dan kedua anaknya? (Ayat 6)

2. Menurut Sdr mengapa Naomi berkata dan bersikap demikian terhadap kedua menantu perempuannya yang berasal dari Moab? (Ayat 7-8)

3. Apa respons kedua menantu Naomi? (Ayat 9-14)

4. Menurut Sdr apa yang melandasi perbedaan respons antara Rut dan Orpa pada akhirnya (Ayat 14-16)

Dibalik setiap tindakan memilih atau membuat sebuah keputusan tentu ada motivasi dan landasan keyakinannya. Tak pelak, baik Rut maupun Orpa sangat mengasihi dan berbela rasa dengan Naomi, mertua mereka. Kemungkinan besar Naomi adalah seorang mertua yang baik dan menyenangkan, sesuai dengan namanya (Naomi, dalam bahasa Ibrani, berarti menyenangkan).  Namun berbeda dengan Orpa, yang menerima nasihat mertuanya, Rut bergeming dari tekadnya untuk tetap mengikut Naomi. Rut, perempuan Moab itu kemudian tercatat sebagai nenek buyut Raja Daud (Rut 4:17). Mari kita belajar dari pilihan hidupnya.

Refleksi

Apakah tekad kita mengikut Kristus hanya karena kita sudah menerima dan merasakan kebaikanNya dalam kehidupan kita?

Tekad

Aku mau belajar mengikut Dia (memilih tetap percaya dan setia apapun yang terjadi) sebagai bagian yang terbaik dari hidupku.

Tindakan

Menjadi saksi hidup bahwa setiap orang yang mengikut Tuhan tanpa syarat akan menerima upah kesetiaan, yakni dilayakkan untuk mengabdi kepadaNya dan pada akhirnya akan menerima sebuah mahkota kehidupan (Wahyu 2:10).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«