suplemenGKI.com

1 Tesalonika 3:9-13

BERTUMBUH DALAM KASIH DAN KEBENARAN

PENGANTAR
Iman yang sehat adalah iman yang terus bertumbuh. Karena itu, kita harus terus mengupayakan pertumbuhan iman kita. Selain melalui proses belajar secara teoritis (misalnya, melalui pemahaman Alkitab), kita juga harus menumbuhkan iman kita melalui latihan atau praktik, yaitu dengan melakukan apa yang telah kita pelajari itu dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun tidak mudah, mempraktikkan kasih dan kebenaran adalah cara yang terbaik untuk menumbuhkan iman kita.

PEMAHAMAN
Sama seperti kebanyakan jemaat Kristen pada waktu itu, jemaat di Tesalonika juga harus menghadapi banyak kesusahan.  Pada waktu itu kekristenan dipandang sebagai musuh agama Yahudi.  Orang-orang Yahudi yang menjadi Kristen akan menjadi sasaran kebencian teman-teman sebangsa mereka (1 Tes 2:14-15).  Paulus menuliskan surat ini agar tak seorang pun jemaat di Tesalonika goyang imannya karena kesusahan-kesusahan itu (1 Tes 3:3). Paulus sangat bersyukur akan hal ini (1 Tes 3:6,9). Paulus bahkan berdoa dan berharap agar mereka terus bertumbuh dalam kasih dan kekudusan.

  • Ayat 9-11. Paulus berdoa dengan tekun (siang malam) agar dapat bertemu lagi dengan mereka (ay.11).  Apa yang ingin Paulus lakukan bagi mereka? (ay.10).
  • Ay. 12-13. Paulus juga berdoa untuk kondisi jemaat Tesalonika.  Suasana dan kondisi seperti apakah yang Paulus harapkan terjadi di sana? (sebutkan dua hal, dari ayat 12 dan 13).

Paulus ingin bertemu mereka untuk menambahkan apa yang masih kurang pada iman mereka (ay. 10). Ibarat tanaman yang baru bertumbuh, jemaat di Tesalonika masih membutuhkan dukungan agar mereka memiliki batang dan akar yang cukup kuat untuk bertahan menghadapi angin yang kencang. Karena itulah Paulus dengan tekun mendoakan mereka.

Ada dua hal yang Paulus doakan bagi jemaat di Tesalonika. Pertama, agar mereka bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih (ay. 12). Selain kasih “seorang terhadap yang lain”(di dalam internal jemaat), mereka juga harus mewujudkan kasih itu “terhadap semua orang”, termasuk orang-orang yang menganiaya mereka. Kedua, agar mereka “tak bercacat dan kudus di hadapan Allah” (ay. 13). Ini berarti bahwa mereka harus hidup di dalam kebenaran.  Meski berada dalam kesukaran dan penderitaan, iman mereka harus tetap bertumbuh dan harus diwujudkan dalam kasih dan kebenaran.

REFLEKSI
Apakah orang-orang di sekitar Anda melihat Anda sebagai seorang Kristen yang mempraktikkan kasih dan kebenaran?

TEKADKU
Ya Allah yang kudus, mampukanlah aku mempraktikkan kasih dan kebenaran dalam kehidupanku setiap hari di dalam keluarga, pekerjaan dan pelayananku.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan menyisihkan sebagian harta, atau tenaga, atau waktu, yang aku miliki untuk mewujudkan kasihku kepada orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«