suplemenGKI.com

BERSYUKUR DAN MEMASYURKAN NAMA TUHAN

Mazmur 118:1-2, 14 – 24  

 

Pengantar
Ada banyak perbuatan baik, bahkan ajaib dari TUHAN yang kita alami, namun seringkali kita hanya menanggapinya secara pasif. Tidak ada perasaan bersyukur apalagi rindu untuk memasyurkan nama TUHAN Sang Penyelamat hidup kita. Bahkan jika kita mau jujur maka di saat kita menyanyikan lagu-lagu yang berisi ungkapan syukur dan pujian kepada TUHAN tidaklah selalu disertai penghayatan dan ekspresi kita sebagaimana yang seharusnya. Untuk itu, di saat ini, kita diajak kembali untuk memperhatikan dan meneladani pemazmur yang begitu menghayati dan meyakini karya penyelamatan TUHAN bagi dirinya melalui pembacaan Alkitab dalam Mazmur 118 : 1 – 2, 14 – 24 yang mendorongnya untuk  bersyukur kepada TUHAN serta memasyurkan nama-NYA.

 

Pemahaman

Ayat  1 – 2           :  Apa yang menjadi ajakan dan kesaksian Pemazmur?

Ayat  14 – 17       :  Apa yang dipahami Pemazmur tentang TUHAN?

Ayat  18 – 24       :  Apa tanggapan dan ajakan Pemazmur berkaitan dengan segala perbuatan TUHAN?

Pemazmur mengajak umat TUHAN untuk bersyukur kepada TUHAN sebab TUHAN baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia TUHAN. Pemazmur memahami dan bersaksi bahwaTUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. Tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!” Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. Ini menunjukkan bahwa kebaikan dan kasih setia TUHAN itu tidak hanya didiamkan (baca: diterima, dialami) begitu saja, tetapi perlu untuk dimasyurkan.

Pemazmur juga meyakini bahwa sekalipun TUHAN telah menghajarnya dengan keras, tetapi TUHAN tidak menyerahkan dirinya kepada maut. Pemazmur rindu untuk memasuki pintu gerbang kebenaran (Pintu gerbang TUHAN) untuk mengucap syukur kepada TUHAN. Pemazmur bersyukur kepada TUHAN karena TUHAN telah menjawab pergumulannya dan telah menjadi keselamatannya. Maka pemazmur mengajak umat TUHAN untuk bersorak-sorak dan bersukacita karena TUHAN telah melakukan perbuatan ajaib bagi mereka. Jadi di tengah keterpurukan hidup, kita dapat melihat pertolongan TUHAN dan tetap bersyukur kepada-NYA.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita hidup bersyukur kepada TUHAN?
  • Apakah kita hidup memasyurkan nama TUHAN?

Tekad
TUHAN, jadikan aku sebagai pribadi yang dapat merasakan serta meyakini kebaikan dan kasih setia-MU. 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya mau lebih hidup bersyukur dan memasyurkan nama TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«