suplemenGKI.com

Mazmur 111

 

Hikmat Tuhan

 

Pengantar
Manusia seringkali mudah merasa tidak puas dengan apa yang sudah didapatkannya, sehingga banyak sekali orang-orang yang akhirnya menjadi tamak. Manusia sering menurut hawa nafsunya sendiri, dan bahkan untuk mendapatkan semuanya itu, manusia rela melakukan hal-hal yang jahat. Bagaimana cara manusia mencegah untuk tidak melakukan hal-hal yang jahat tersebut? Apa yang dinasihatkan oleh pemazmur?

Pemahaman
Ay 1-4, Apa yang dilakukan pemazmur kepada Tuhan dalam hidupnya?
Ay 5-6, Apa yang dijanjikan Tuhan kepada mereka yang takut akan Dia?
Ay 7-10, Apa yang dilakukan Tuhan terhadap umatNya?

Pemazmur menyadari bahwa hidup ini harus senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas apa yang dikerjakanNya bagi umatNya. Ungkapan syukur ini seharusnya keluar dari dalam hati, bukan karena terpaksa. Ungkapan syukur ini juga keluar dari pengenalan akan Tuhan yang benar.

Pemazmur ingin mengajak pembaca untuk melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang baik, keagungan Tuhan serta keadilan Tuhan bagi umatNya. Semakin manusia memiliki hikmat yang dari Tuhan maka manusia itu semakin mengagungkan Tuhan dalam hidupnya, ia tak henti-hentinya menyatakan perbuatan Tuhan yang ajaib itu. Pemazmur mendapatkan bahwa Tuhan itu pengasih dan penyayang bagi umatNya.

Hikmat yang dari Tuhan memampukan manusia menyadari bahwa rezeki berasal dari Tuhan,itu berarti apa yang dilakukan (dikerjakan) manusia (di dalam Tuhan) diubah oleh Tuhan menjadi rezeki bagi manusia. Tuhan juga berjanji pada umatNya untuk senantiasa memberkatinya, termasuk melalui bangsa-bangsa lain.

UmatNya yang berhikmat mengetahui bahwa Tuhan senantiasa melakukan keadilan, kejujuran, kebenaran dan kekudusan. Maka Tuhan juga mengharapkan umatNya melakukan seperti yang telah Tuhan lakukan kepadanya.

Bagaimana orang dapat hidup di dalam Hikmat Tuhan?

Pemazmur mengingatkan bahwa permulaan dari hikmat adalah takut akan Tuhan. Orang yang takut (hormat) akan Tuhan pastilah orang yang berakal budi. Orang yang berakal budi akan senantiasa memuji-muji Tuhan seumur hidupnya.

Pemazmur mengingatkan bahwa akar persoalan ketamakan adalah orang yang tidak memiliki hikmat Tuhan. Orang yang tidak berhikmat, orang itu sulit untuk dapat bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan dalam hidupnya, dan akhirnya mereka ini hidup hanya memuaskan hawa nafsunya sendiri.

Mari kita bersama pemazmur memiliki hidup yang berhikmat, sehingga kita senantiasa dapat memuji-muji Tuhan setiap saat.

 

Refleksi
Renungkanlah: Apakah kita sudah hidup dalam hikmat Tuhan? Seberapa banyak kita ini mengucap syukur kepada Tuhan dalam hidup ini?

 

Tekadku
Ya, Tuhan sering kali kami ini hanya terus meminta-minta kepadaMu, kami jarang bersyukur kepadaMu, ampunilah kami ya Tuhan.

 

Tindakanku
Hari ini saya akan lebih banyak bersyukur kepada Tuhan dalam doa saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*