suplemenGKI.com

DASA TITAH ( bag. 2 ) : AKU DAN SESAMAKU

Keluaran 20:12-17

 

Pengantar
Beberapa waktu yang lalu kita sempat dikejutkan dengan sebuah berita tentang seorang guru honorer meninggal dunia akibat penganiayaan yang dilakukan oleh muridnya. Penyebabnya sangat sepele, sang murid tak terima ditegur oleh gurunya. Di saat jam pelajaran berlangsung, pelaku tidak mendengarkan pelajaran dan mengganggu teman-temannya. Melalui peristiwa tersebut kita melihat bahwa relasi terhadap sesama luntur perlahan akibat emosi dan kepentingan yang tak terkendali. Setidaknya peristiwa tersebut menjadi pembelajaran, bahwa hidup berelasi dengan sesama adalah cerminan hidup yang memuliakan Tuhan. Sebaliknya, ketika relasi dengan sesama menjadi rusak karena kepentingan sendiri, maka kita juga telah merusak gambar dan rupa Allah.

Pemahaman

  • Ayat 12-17    : Apa isi dan makna Perintah kelima hingga perintah kesepuluh?
  • Kesimpulan apakah yang dapat saudara ambil melalui pemahaman akan perintah kelima hingga perintah kesepuluh tersebut?

Relasi manusia dengan Allah harus berlanjut dengan sesama pula. Hukum ke V-X diberikan oleh Allah agar umat dapat mengatur relasi dengan sesamanya (ayat 12-17). Adapun isi dan makna hukum V-X sebagai berikut:

5. “Hormatilah ayahmu dan ibumu…” (ayat 12 ). Allah memulai mengatur hubungan manusia dengan sesamanya yang dimulai dari keluarga. Umat diminta menghormati orang tua sebagaimana umat juga menghormati Allah.

6. “Jangan membunuh” (ayat 13). “Membunuh” yang dimaksud bukan hanya tentang menghilangkan nyawa seseorang, melainkan juga segala bentuk “pendorong” (iri hati, kebencian, amarah, dendam) yang menjadi akar terjadinya pembunuhan. Perintah keenam mengajarkan umat untuk menghargai gambar dan rupa Allah dalam hal menjunjung tinggi kehidupan sesama.

7. “Jangan berzinah” (ayat 14). Melalui perintah ketujuh, umat diarahkan untuk memeliharan kesucian dan kemurnian dalam perkawinan. Perzinahan yang merupakan ketidaksetiaan terhadap pasangan hidup adalah melanggar hukum Allah, bahkan sama halnya dengan menghina Tuhan dan Firman-Nya.

8. “Jangan mencuri” (ayat 15). Perintah ini mengajarkan umat untuk menghormati dan menghargai hak milik orang lain.

9. “Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu” (ayat 16). Perintah ini mengajak umat untuk melindungi nama dan reputasi orang lain. Umat diminta berkata benar dan jujur terhadap sesamanya.

10. “Jangan mengingini apapun yang dimiliki oleh sesamamu” (ayat 17). Perintah ini mengingatkan umat agar tidak tamak atas apa yang menjadi milik orang lain. Umat diminta untuk selalu bersyukur atas segala yang diberikan Tuhan dalam hidupnya. 

Refleksi
Ada begitu banyak orang percaya mengaku mengenal Tuhan, namun masih meremehkan hubungan dengan sesama. Kita masih sering berdusta tentang sesama, iri hati, tidak menghormati dan menghargai satu sama lain. Apakah itu cerminan hidup orang percaya yang memuliakan Tuhan? Yakinlah bahwa Tuhan akan memampukan kita untuk memperbaiki dan memulihkan relasi telah rusak.

Tekadku
Tuhan tolonglah aku untuk membuka diri membangun hubungan dengan sesama. Bantu aku untuk mengendalikan segala kedaginganku, agar nama-Mu dipermuliakan melalui relasiku dengan sesama.

Tindakanku
Hari ini aku akan mendatangi salah seorang anggota keluarga/rekan yang pernah berseteru denganku. Aku akan memulai suatu relasi yang baik dengannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«