suplemenGKI.com

JANJI YANG TERUJI

1 Tawarikh 11 : 1 – 9

   

Pengantar
Kata janji merupakan sebuah kata yang penting dalam memahami relasi kita dengan TUHAN. Karena sesungguhnya kita hidup hanya karena adanya janji TUHAN, atau oleh Perjanjian yang TUHAN adakan. Bahkan setiap orang percaya dinyatakan sebagai umat Perjanjian TUHAN. Dan berulang kali TUHAN menunjukkan kesetiaan-NYA atas setiap perjanjian yang IA adakan, termasuk dalam kepemimpinan dan keselamatan bagi umat-NYA. Jadi marilah kita membaca 1 Tawarikh 11 : 1 – 9  dan belajar tentang salah satu penggenapan janji dan penyertaan TUHAN bagi umat-NYA, terkait keberadaan Daud sebagai raja. 

Pemahaman
Ayat  1 – 3           :  Bagaimana Daud menjadi Raja?
Ayat  4 – 9           :  Bagaimana Daud merebut Yerusalem?

Daud menjadi raja atas penetapan TUHAN, itu yang diyakini oleh seluruh bangsa Israel pada waktu itu. Bahkan ketika Saul masih menjadi raja, Daud sudah memimpin segala gerakan orang Israel bagi kemuliaan nama-NYA. Dan setelah pengurapan kembali secara bersama (kolektif) karena sebelumnya telah diurapi TUHAN dengan perantaraan Samuel, maka kini Daud secara resmi menjadi raja Israel.

Ini menunjukkan bahwa keberadaan Daud sebagai raja memang telah menjadi rancangan TUHAN sesuai janji-NYA, dan hal itu juga dapat diterima oleh bangsa Israel dan mengamininya, begitu pula Daud mengadakan perjanjian dengan bangsa Israel di Hebron. Menarik bahkan kata Hebron memiliki arti dipersatukan atau dipertautkan. Jadi kepemimpinan memang harus dipahami tidak secara individual, tapi juga melibatkan pihak lain, dan bersepakat (ada komitmen).

Selanjutnya Daud merebut Yerusalem. Ini dapat menunjukkan bagaimana penyertaan TUHAN, sekaligus menjadi kesaksian bagi bangsa lain, bahwa sesuatu yang tidak mungkin, sebagaimana dikatakan oleh penduduk Yebus bahwa Daud tidak sanggup masuk ke situ, ternyata dapat terjadi. Daud berhasil merebut Yerusalem dan menetap di sana. Dan Daud makin besar karena penyertaan TUHAN semesta alam, sebagaimana dinyatakan pada ayat 9.

Di balik sosok Daud yang memimpin perebutan Yerusalem, maka ada juga peran Yoab (keponakannya) yang menyerang lebih dahulu, dan sesuai janjinya maka Daud memberikan penghargaan kepada Yoab sebagai kepala dan pemimpin atau disebut panglima tentara Israel. Jadi seorang pemimpin memang harus dapat memegang janjinya, tapi sebaliknya: janganlah kita berbuat sesuatu hanya karena ada imbalannya.

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita telah setia sebagai umat perjanjian TUHAN?
  • Apakah kita berani hidup menjadi saksi dari penggenapan janji TUHAN, melalui setiap perjuangan dan tantangan berat yang kita hadapi, bahkan yang dipandang orang tidak mungkin terjadi? 

Tekadku
TUHAN, jadikan aku pribadi yang setia berpegang pada janji-MU. 

Tindakanku
Dalam situasi pandemi ini dan seterusnya, saya berjanji untuk mewujudkan kepemimpinan hidup yang baik di tengah keluarga, pekerjaan atau pendidikan, maupun pergaulan dan aktivitas bersama lainnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«