suplemenGKI.com

Yesaya 55:6-7

 

Mencari Tuhan Membawaku Pada Pertobatan

 

Pengantar
Seorang anak yang sangat nakal menjadi amat terkejut ketika tiba di rumah ia tak berhasil menemukan ibunya. Neneknya memberitahu dia, bahwa baru saja ibunya dibawa ke rumah sakit karena terkena serangan jantung. Iapun tercenung. Selama ini ia sudah mendukacitakan hati ibunya yang sangat mengasihi dan sabar kepadanya. Segera ia mengambil sepeda dan memacunya ke rumah sakit. Di dalam hati ia bertekad untuk segera mencari dan menemui ibunya. Setelah bertanya ke sana kemari, iapun berhasil mendapatkan informasi bahwa ibunya masih berada di ruang Unit Gawat Darurat dan belum dapat dijenguk. Dengan cemas ia duduk menanti. Selama duduk menunggu gambaran  tentang segala perbuatannya yang menyusahkan hati ibunya bermunculan seperti film yang diputar dalam ingatannya. Tak terasa air matanyapun menetes. Iapun berdoa agar Tuhan menyembuhkan ibunya. Di dalam hati iapun bertekad untuk mengubah sikap dan perilakunya yang nakal. Syukurlah dua jam kemudian ibunya dipindahkan ke kamar rumah sakit tanpa perlu dirawat di ICU. Iapun segera masuk dan menjumpai ibunya yang masih terbaring lemah dengan bantuan pernafasan dan infus. Ia segera mendekat dan menjumpai ibnya. Hatinya penuh penyesalan dan ia sungguh rindu untuk segera bisa menyatakannya kepada bunda yang sangat dikasihinya.

Pemahaman
Ayat 6:  Menurut Sdr apa artinya “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui”. Apakah kesempatan mencari Tuhan ada batasnya?
Ayat 7:  Menurut Sdr mungkinkah seseorang mencari Tuhan tanpa hati yang hancur, rasa penyesalan yang dalam, tanpa pertobatan, tanpa ada keinginan untuk mengasihi Tuhan?

Hari-hari hidup manusia di dunia jelas terbatas. Setiap saat kita bisa meninggalkan semua yang kita anggap menjadi milik kita di dunia ini. Entah itu berupa orang-orang yang kita kasihi, status yang kita banggakan, atau harta benda yang sangat kita sayangi. Pengkhotbah mengingatkan bahwa segala sesuatu ada waktunya (Pengkhotbah 3:1). Rancangan manusia tak sama dengan rencana Tuhan. Ada saatnya seseorang tak lagi berkesempatan menerima dan mengalami kasih karunia yang disediakannya akibat kesalahannya sendiri.

Mencari Tuhan yang Maha Kudus dengan hati yang tulus dan penuh kerinduan akan menolong kita melihat betapa kotor hidup kita. Keinginan menjumpaiNya mengantar kita untuk menyesali semua pikiran, tutur kata, sikap dan perilaku serta ketidaktaatan kita yang selama ini telah mengecewakan hatiNya. Jika kita mencari Tuhan tanpa penyesalan bisa-bisa kita hanya datang dengan kesombongan kita untuk mencari pembenaran diri yang membawa kepada kehancuran. Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian (II Korintus 7:10).

 

Refleksi
Renungkanlah kapan Sdr dengan sungguh-sungguh mencari Tuhan? Baru saja, kemarin, minggu lalu, atau … ?  Apakah kesibukan, hiruk pikuk kehidupan telah membawa kita jauh dariNya dan mengikis kepekaan kita untuk mendengar SuaraNya?

 

Tekad
Tuhan, aku bertekad untuk lebih bersungguh-sungguh mencari hadiratMu. Aku rindu untuk mengalami pemulihan sehingga aku lebih peka mendengar suara hatiMu. Ampuni Tuhan kalau selama ini aku tak terlalu peduli dengan suara lembutMu yang memanggil aku untuk meninggalkan semua yang telah membuat aku jauh daripadaMu.

 

Tindakan
Mulai hari ini aku bertobat dan memperbaiki saat teduh dan kehidupan doaku. Mulai saat ini aku menetapkan prioritas hidupku bagi Tuhan bukan untuk memuaskan diriku sendiri.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*