suplemenGKI.com

Yesaya 2:4-5.

 

“Tuhan Akan Menilai Perjalanan Hidup Umat-Nya”

Pengantar:
Hidup manusia di dunia ini sama seperti pelari maraton yang mengitari garis lintasanya dan akan sampai kepada garis finish. Di sana sudah ada juri yang menilai apakah si pelari itu berhak mendapat nilai baik atau tidak baik tergantung bagaimana ia berlari dan memenangkan perlombaan lari tersebut. Perjalanan hidup kita tentu diperhatikan, diamati dan dinilai oleh Tuhan yang menciptakan kita, yang mempercayakan kita, apakah perjalanan hidup kita baik atau tidak itu akan dinilai oleh Tuhan. Oleh karenanya dalam perjalanan hidup ini kita perlu cahaya terang dari Tuhan agar bisa sampai pada garis finish dengan baik dan mendapat nilai yang baik pula.

Pemahaman:

  1. Apa yang melatar belakangi pernyataan penulis di ayat 4?
  2. Bagaimana saran penulis agar perjalanan hidup umat-Nya berhasil dengan baik? (v. 5)

Kehendak Allah terhadap bangsa Israel yang dikasihi-Nya, adalah agar menjadikan bangsa yang memuliakan-Nya. Namun dengan keadaan Israel yang penuh dengan tipu daya dan ketidakadilan, maka Allah sendiri yang akan menjadi hakim bagi mereka. Bukan hanya bagi bangsa Israel saja, tetapi juga bagi bangsa-bangsa lain yang hidupnya tidak berjalan dalam kebenaran dan terang Tuhan (Lih. v. 4a) Tetapi ada kabar baik, bahwa Allah akan mengajar kebenaran bagi umat-Nya di Sion. Pernyataan di ayat 4b “maka mereka akan….dan mereka tidak akan lagi belajar perang” dapat dihayati bahwa Tuhan menghendaki supaya umat-Nya tidak lagi hidup dalam ketidakadilan, kecurangan, kemunafikan dan kejahatan melainkan hidup dalam keadilan, kedamaian dan kasih kepada sesama. Hal itu karena Allah mengasihi umat-Nya. Untuk mencapai hal tersebut, nabi Yesaya menyerukan suatu ajakan kepada umat Israel untuk hidup dan berjalan dalam terang Tuhan (v. 5 “Hai kaum keturuna Yakub, marilah kita berjalan di dalam terang Tuhan!”)  Suatu ajakan yang tegas bagi bangsa Israel untuk meninggalkan cara hidup, cara bertingkah laku, cara bertindak yang jahat dan berubah pada cara hidup, cara bertindak dan cara berpikir sesuai dengan kebenaran Tuhan yaitu hidup dalam terang kebenaran Tuhan dengan menurut firman-Nya, dengan demikian mereka akan menjadi terang bagi sesama.  

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Tahukah saudara bahwa hidup ini adalah ibarat sebuah perlombaan berlari. Apa yang saudara harapkan dengan mengikuti perlombaan itu? Pasti mengharapkan mendapat nilai yang baik bukan? Bagaimana caranya supaya mendapat nilai yang baik?

Tekad:
Tuhan, saya tidak bisa berlari di tengah kegelapan karena saya akan tersesat. Terangilah perjalanan hidup saya dengan terang kebenaran firman-Mu agar saya mendapat nilai yang  baik.

Tindakkan:
Saya berkomitmen untuk tetap berjalan dalam terang firman Tuhan, agar saya mendapat nilai yang baik dari Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*