suplemenGKI.com

Selasa, 26 Mei 2015

25/05/2015

Yesaya 6:1-8

MISTERI ALLAH TRITUNGGAL

 

PENGANTAR
Umumnya sesuatu yang dijelaskan menjadi lebih mudah dipahami.  Namun ‘rumus’ tersebut sepertinya tidak serta merta berlaku dalam hubungannya dengan Tritunggal.  Bukan berarti hendak menghindari tapi lebih memilih sikap untuk mempersilahkan Alkitab menjelaskan dirinya sendiri (analogia scriptura) tentang hal tersebut.

 

PEMAHAMAN
Ayat 1 :  bagaimana Yesaya menggambarkan Tuhan dan keberadaan diriNya?
Ayat 2 :  apa yang berada di sekitar takhta Tuhan?
Ayat 3-8 :  pengalaman nyata apa lagi yang diterima Yesaya?
Apa yang anda pahami tentang Tuhan dalam penggambaran Yesaya?
Apa respons anda jika berkesempatan mengalami seperti Yesaya?

Prinsip analogia scriptura, yaitu Alkitab menjelaskan dirinya tampak gamblang ketika Yesaya menceritakan pengalamannya  berjumpa dengan Allah.  Minimal ada tiga pengalaman riil.  Pertama, Yesaya melihat “Tuhan duduk di atas takhtanya yang tinggi dan menjulang” (ayat 1).  Artinya, Yesaya benar-benar sadar dan sedang melihat.  Itu sebabnya, Yesaya bisa memberikan identifikasi lokasi dan benda yang ada di sekitar Allah (Mis. Takhta).  Kedua, Yesaya bukan sekadar melihat tapi juga disentuh:  “ini telah menyentuh bibirmu” (ayat 7).  Ketiga, Yesaya mendengar suara Tuhan yang berkata: “siapakah yang akan Kuutus dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” (ayat 8).  Dengan kata lain, Yesaya menerima secara utuh pengalaman inderawi bersama Tuhan:  melihat, disentuh dan mendengar.  Artinya, Allah bisa dilihat, didengar dan menyentuh secara fisik.

Berangkat dari pengalaman Yesaya yang bersifat spesial tersebut, kita bisa belajar bahwa Allah adalah pribadi yang bisa dipahami namun dalam batas-batas yang Ia ijinkan untuk dipahami.  Bukan karena manusia mampu tetapi Allah sendiri yang memungkinkan hal tersebut terjadi dalam pengalaman inderawi manusia.  Itulah misteri Allah yang tidak sepenuhnya tuntas dipahami manusia.  Allah menyatakan diriNya di tengah-tengah kekacauan dan kuasa maut dengan suaraNya yang penuh kuasa.  Suara Allah yang penuh kuasa adalah suara Allah sebagai Raja atas seluruh ciptaanNya.  Karena itu di tengah-tengah kekacauan dan kuasa maut, Allah hadir untuk menyatakan keselamatan dan damai sejahtera-Nya.  Puncaknya melalui kehidupan dan kematian Kristus.  Di dalam iman kepada Kristus, umat percaya dimampukan untuk memiliki jalinan relasi kasih dengan Allah sebagai Bapa.  Pada sisi lain melalui karya Roh Kudus, umat dimampukan untuk mengalami proses pembaruan dan pengudusan yang terus menerus, sehingga umat semakin memiliki kemurnian dalam relasinya dengan Allah sebagai Bapa.

 

REFLEKSI
Dalam memahami Allah terkadang kita berjumpa dengan misteri Allah.  Allah adalah pribadi yang bisa dipahami bukan karena manusia mampu tetapi karena Dia sendiri yang menyatakan diri-Nya.  Yang bisa kita lakukan adalah meminta kepekaan akan suara dan bukti kehadiran-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar bertumbuhmengenal Engkau lebih dalam lagi.  Tolong aku untuk memahami misteri-Mu

TINDAKANKU
Aku mau bertekun membaca kebenaran Firman Tuhan supaya makin mengenal Dia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*