suplemenGKI.com

Khotbah Petrus di hari Pentakosta terdiri dari: 1) penjelasan mengenai fenomena yang sedang terjadi (ay.41-21), 2) proklamasi pesan apostolik dalam bentuknya yang paling mendasar (ay.22-36), dan 3) panggilan untuk bertobat, disertai dengan janji berkat (ay.37-41).  Pada hari ini kita hanya akan membahas bagian pertama dari khotbah di atas.  Mengapa Petrus perlu menjelaskan fenomena yang sedang terjadi?  Orang-orang Yahudi heran mendengarkan para murid mampu berbicara dengan berbagai bahasa mereka, namun mereka tidak memahami apa yang sesungguhnya sedang terjadi.  Mereka bahkan mengira para murid sedang mabuk oleh anggur (2:13).

 

·   Ay. 14. Perhatikanlah bagaimana Petrus menyapa mereka?  Menurut Anda, mengapa Petrus memanggil mereka dengan sebutan tersebut? (lihat juga ay.22 dan ay.29)

·   Ayat 16-21.  Petrus menghubungkan nubuat nabi Yoel di Perjanjian Lama.  Menurut Anda, mengapa? (perhatikanlah secara khusus ayat 17-18).

·   Jika Anda hadir di sana pada waktu itu, apakah penjelasan Petrus dapat menolong Anda memahami apa yang sedang terjadi?

·   Adakalanya pelayanan yang kita lakukan tidak diterima dengan baik.  Orang-orang yang kita layani salah paham dengan apa yang kita katakan atau lakukan.  Menurut Anda, bagaimana seharusnya kita bersikap?

 

Renungan

Pada ayat 22 Petrus menyapa para pendengarnya dengan sebutan “orang-orang Israel dan di ayat 29 dengan “Saudara-saudara.”  Namun, di bagian awal khotbahnya (ay.14) Petrus memanggil mereka dengan sebutan sebutan  “orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem.”  Memang mereka yang mendengarkan Petrus adalah orang-orang Yahudi.  Namun, di sini Petrus sengaja membagi mereka dalam dua kelompok: mereka yang tinggal di Yerusalem dan mereka yang tersebar ke berbagai negeri.  Hal ini dilakukan untuk memberi perhatian khusus kepada mereka yang terbagi dalam berbagai bahasa yang berbeda. 

Dengan tegas Petrus membantah bahwa mereka sedang mabuk.  Kemudian Petrus menjelaskan apa yang terjadi berdasarkan apa yang tertulis dalam Perjanjian Lama.  Petrus memang tidak memberikan tafsiran atau penjelasan rinci mengenai nubuatan tersebut, namun ada empat hal yang disampaikan Petrus di sini: 1) apa yang mereka lihat terjadi pada saat itu adalah penggenapan terhadap firman Allah (ay.17), 2)para murid mampu berkata-kata dalam berbagai bahasa karena Roh Allah yang dicurahkan kepada mereka (ay.18), 3)  kuasa Allah akan dinyatakan lebih lanjut di tengah-tengah mereka, dan 4) akan datang masa-masa sukar bagi mereka, dan karena itu mereka harus berseru kepada Tuhan agar diselamatkan.

Ketika melayani sesama, kita sangat mungkin akan berhadapan dengan respon negatif atau kesalahpahaman dari orang-orang yang kita layani.  Bagaimana kita harus menghadapinya?  Sikap Petrus menghadapi kesalahpahaman orang-orang Yahudi patut menjadi teladan bagi kita.  Dengan tegas Petrus membantah tuduhan mereka. Namun, dengan sabar Petrus memberikan penjelasan panjang-lebar mengenai apa yang sesungguhnya terjadi. 

 

Sepucuk pahat di tangan seorang pemahat ulung tidak perlu gentar menghadapi kerasnya kayu yang hendak dipahatnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*