suplemenGKI.com

Selasa, 26 Juli 2016

25/07/2016

Kasih Yang Memulihkan

Hosea 11:8-11

 

Pengantar
Kemarin kita merenungkan tentang kasih Tuhan yang dilupakan dan diremehkan oleh umat-Nya. Akibatnya umat menjadi pribadi yang mengalami kekosongan dalam hidup. Juga saat mereka menjadikan Baal sebagai tuhan, mau tidak mau mereka harus menghadapi dampak yang begitu besar. Bukan hanya kota mereka yang dihancurkan, tetapi juga damai sejahtera pun seakan tak memihak mereka. Sunguh tragis, Israel umat kesayangan Tuhan justru mengalami kehancuran. Sekalipun demikian, apakah Allah tinggal diam melihat apa yang dialami oleh Israel? Renungan hari ini membawa kita pada betapa dalamnya kasih Allah yang tak dapat diselami oleh manusia.

Pemahaman

  • Ayat 8-9         : Apa yang dilakukan oleh Allah ketika Israel mengalami kehancuran?
  • Ayat 10-11    : Apa yang terjadi pada Israel jika mereka mau bertobat?

Kasih Allah sangatlah berbeda dengan kasih manusia. Jika seseorang dikhianati, bisa jadi  kasihnya akan luntur bahkan berubah menjadi dendam. Lain halnya dengan kasih Allah. Allah begitu penuh kasih dan bertindak adil. Ia mengasihi Israel, tetapi juga adil terhadapnya. Ia mengadili Israel dan memberikan mereka hukuman agar bertobat. Hukuman yang diberikan bukan semata-mata karena Ia membenci Israel. Semua terjadi hanya karena kasih dan didikan yang hendak ditanamkanNya pada Israel. Kendati demikian, ketika Israel mengalami kehancuran dan menjadi tawanan negeri asing, Allah juga tidak tinggal diam. Kata “ Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku”, menunjukkan bahwa Allah yang semula hendak membiarkan Israel dalam penghukuman, justru mengubah pikiran-Nya ( v. 8 ). Belas kasihan Allah bangkit untuk memulihkan umat-Nya. Setelah penghukuman dinyatakan, Allah kembali menyelamatkan mereka. Bahkan dengan tegas Ia berkata, “ …Aku tidak datang untuk menghanguskan”. Perkataan ini hendak menegaskan bahwa Ia sungguh-sungguh hadir dalam diri umat-Nya dengan penuh belas kasih, bukan datang sebagai api yang menghanguskan. Israel yang jatuh, tidak dibuatNya jatuh terjerembab lagi. Jika Israel mau bertobat dan kembali mengikuti Tuhan, maka kedudukan mereka akan dikembalikan dari pembuangan dan dipulihkan seperti keadaan semula ( v. 10-11 ).  Sungguh agung anugerah kasih Tuhan. Namun mengapa seringkali umat tidak mampu bersyukur dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati?

Refleksi
Ambillah waktu hening sejenak. Pernahkah Saudara menjadi pemberontak seperti bangsa Israel? Pejamkan mata, ingat, dan rasakan bagaimana kasih Tuhan yang memulihkan hidup saudara. Apakah Saudara mampu mensyukurinya? Apakah Saudara mau menyatakan syukur dengan komitmen hidup bertobat dan setia mengasihi Tuhan?

Tekad
Tuhan, terimakasih untuk kasih-Mu yang memulihkan hidupku. Hari ini aku memohon belas kasih-Mu untuk menjamah hidupku. Aku membuka hati agar Engkau bekerja dan menyatakan karya-Mu di hidupku. Mampukanlah aku untuk sepenuh hati hidup mengikut dan mengasihiMu selalu.

Tindakan
Aku akan menghargai kasih Tuhan yang memulihkan hidupku dengan tidak mengulang dosa yang sama. Aku akan meminta bantuan kepada orang yang sangat aku percaya (hamba Tuhan/keluarga/rekan pelayanan, dll) untuk menjadi pembimbingku agar dapat memenuhi tekadku kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • Farida Belo Pakiding says:

    Kasih sejati hanya dari Tuhan yg dapat mengubahkn kehidupan menjadi semakin dekat dgn Dia. Kami banyak mengalami peperangan rohani terutama pekerjaan roh jahat yg selalu mengganggu kehidupan ini. Bantu kami dalam doa agar pada akhirnya kami menjadi pemenang. Terpujilah Tuhan, terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»