suplemenGKI.com

PEMELIHARAAN ALLAH

Mazmur 71:1-6

 

PENGANTAR
Tidak ada manusia yang menolak kenyamanan.  Sadar atau tidak manusia senantiasa mencari kenyamanan hidup.  Persoalannya adalah dengan cara apakah kenyamanan itu di dapat atau apa yang menjadi sumber kenyamanan itu?  Salah satu sumber kenyamanan yang diyakini pemazmur dalam bacaan ini adalah pemeliharaan Allah.  Bagaimana pemazmur menghayati itu dalam hidupnya?  Mari kita belajar!

 

PEMAHAMAN

Ayat 1-5:  Sebutkanlah harapan-harapan pemazmur kepada Allah?

Ayat 5-6:  Apa yang pemazmur yakini tentang Allah dan karya-Nya dalam hidup?

Apa yang saudara percayai tentang Allah dan karyaNya dalam hidup?

Apakah kepercayaan itu membangun harapan dalam iman saudara akan Allah?

Kenyamanan hidup adalah perasaan/keyakinan tenang dan damai di tengah situasi yang tidak menentu.  Tidak mudah mempunyai perasaan/keyakinan yang semacam itu.  Tidak terganggu dengan apapun yang terjadi dan tetap melangkah dengan penuh kepastian dan ketenangan.  Wajar bila manusia, siapapun itu pasti mendambakannya.  Pemazmur merefleksikan kenyamanan dan ketenangan hidupnya melalui lantunan doa dan harap kepada Allah yang ia percayai.  “Padamu ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu” (ay.1).  Jelas konteks yang dimaksud bukan tanpa persoalan.  Malah sebaliknya penuh dengan tantangan dan persoalan.  Itu sebabnya, pemazmur berulang kali menyampaikan harapan kepada Allah:  lepaskanlah, luputkanlah, sendengkanlah, dan selamatkanlah (ay.1-2).  Namun di atas pergumulan hidup yang kompleks seperti itu, pemazmur tetap meyakini pemeliharaan Allah.  Bahkan Allah yang menjadi tempat berharap adalah  “kepercayaanku sejak masa muda” (ay.5) yang “telah mengeluarkan aku dari perut ibuku” (ay.6).  Pengakuan pemazmur seperti di atas menunjukkan kepercayaan pemazmur akan pemeliharaan Allah di sepanjang kehidupannya.  Bukan sekadar apa yang dipercayai tetapi juga menunjuk pada karya nyata Allah yang telah berbukti dalam hidupnya.  Wajar bila pemazmur kemudian menaikkan pujian syukur kepada Allah, “Engkau yang selalu kupuji-puji” (ay.6).

Kehidupan beriman tidak pernah menjanjikan keadaan yang selalu tanpa persoalan.  Sebab persoalan adalah bagian dari dinamika kehidupan, beriman atau tidak.  Yang membedakan adalah bagaimana kita merespons Allah yang hadir dan berkarya dalam hidup.  Teladan pemazmur mengajarkan kepada kita bahwa hanya Allah yang layak menjadi sumber kenyamanan.  PemeliharaanNya sungguh telah terbukti.  Pilihan kembali kepada kita yang menjalani, adakah sikap yang mau berharap kepada Allah di dalam doa dan pujian syukur?  Atau sebaliknya, malah mengabaikannya.  Mari kita bersikap bijak seperti pemazmur yang meyakini bahwa Allah adalah pribadi yang memelihara di sepanjang kehidupan.

REFLEKSI                                                                        
Ingatlah: Allah berkarya memberikan kenyamanan serta kekuatan yang tak terduga dalam melewati persoalan hidup.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk terus membangun relasi yang dekat dengan-Mu sebab Engkaulah sumber kekuatanku dalam melewati persoalan hidup.

TINDAKANKU
Aku berusaha dengan pertolongan-Nya: Apapun yang terjadi aku harus melekat erat dengan Allah.  Tidak ada yang menggantikan kedekatanku dengan Dia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«