suplemenGKI.com

Kemarin kita telah memahami betul bahwa kita dipanggil menjadi hamba-Nya itu terjadi telah sejak semula. Maka selayaknya kita menjadi bangga, berarti kita istimewa bukan? Apalagi panggilan itu adalah sebuah karunia yang tidak semua orang mendapatkannya.Tetapi mengapa masih banyak orang yang mengaku “percaya” tetapi menyikapi, menyambut dan menjalankan panggilan Tuhan itu dengan tidak serius, aras-arasan dan ewuh-pakewuh (tidak menunjukan betapa tingginya nilai panggilan itu!) Bahkan tidak jarang kita menolak panggilan Tuhan itu dengan berbagai alasan. Itu juga dilakukan Yeremia dalam bagian ini.

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa latar belakangi sehingga Yeremia hendak menolak panggilan Tuhan? (ay. 6)
  2. Apa yang saudara hayati terkait janji Tuhan bagi Hamba yang dipanggil-Nya? (7-10)

Renungan:

Walaupun panggilan itu adalah karunia, namun menjadi umat yang dipanggil Tuhan juga harus menyadari adanya tugas dan kewajiban yang harus dikerjakan. Ada berbagai macam tugas bagi seseorang yang dipanggil-Nya. Ada yang diberi tugas khusus (rasul, nabi dan imam) ada yang diberi tugas atau kewajiban secara umum. Jemaat dipanggil untuk menjalani kehidupan sebagaimana yang telah direncanakan-Nya bagi kita, sebab tidak mungkin Dia memanggil kita tanpa punya rencana. Misalnya: Rencana agung-Nya bagi umat adalah supaya umat hidup dalam kasih baik kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia dan ciptaan-Nya yang lain.

Tentu tidak mudah menjalankan tugas panggilan Tuhan. Itu juga yang dirasakan Yeremia ketika ia dipanggil. Sehingga ia sekan ingin menolaknya “Ah Tuhan Allah! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku masih muda” Semua orang bisa berkata demikian apabila diberikan tugas atau pelayanan yang sifatnya untuk kepentingan pihak lain.

Mungkin ini tidak berlaku bagi mereka yang ambisi menjadi pejabat dengan motivasi bukan untuk melayani masyarakat tetapi untuk mencari “keuntungan” Anda lihat saja para menteri sekarang, dulu mau jadi menteri berjuang hidup dan mati, karena rupanya sudah tahu setelah jadi menteri akan mendapat sedan mewah melebihi apa yang dikorbankannya.

Yeremia, dan kita semua pasti tidak memikirkan hal-hal demikian. Tetapi bisa jadi alasan menolak adalah karena Yeremia belum memahami bahwa ia dipanggil sudah dengan modal yang cukup, komplit dan melebihi dari apa yang mungkin diingininya. Yaitu PEMILIHAN Allah sejak awalnya. Pemilihan itu menunjukan bahwa setiap yang dipanggil-Nya itu sudah menjadi milik-Nya termasuk memiliki hidup yang kekal. Maka yakinkanlah diri anda, jika hari ini anda menjadi hamba Tuhan, anak Tuhan maka anda sudah menjadi milik-Nya, sudah memiliki jaminan hidup yang kekal.

Mulai ay. 7-10 sederet janji dan perlengkapan yang Tuhan sediakan bagi Yeremia dan kita tentunya, terkait dengan tugas panggilan-Nya. Jika usia muda saja tidak menjadi persoalan bagi Allah, apalagi kuasa, Dia menyediakan bagi kita.  Itu sebabnya Dia katakan “Aku menyertai engkau” Artinya kita akan melakukan tugas penggilan itu bersama-sama dengan Dia, sehingga manakala kita lemah tidak berdaya, manakala kita terjatuh, merasa tidak mampu Dia segera akan mengangkat kita. Berarti kita tidak perlu kuatir, tidak perlu merasa tidak mampu bukan?  Dia memanggil kita dengan tujuan: memberitakan kebenaran, memulihkan yang rusak dan menghibur yang tertekan. Karena Dia mengasihi manusia yang tertindih dosa, dan Dia mau menjadikan kita alat untuk memulihkan yang tertidih. Tidak ada yang lebih indah saat kita menjawab panggilan-Nya dengan sukacita, katakana sekarang “ini aku Tuhan pakailah aku menjadi alat kemuliaan-Mu”

“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!”  (Ibrani 4:7)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*