suplemenGKI.com

Bacaan : Kisah Para Rasul 16 : 11-15.

“Keselamatan telah sampai di bumi Eropa”

 

PENGANTAR.
Pengalaman menerima kasih Tuhan membuat seseorang menjadi semakin bersemangat memberitakan injil keselamatan di dunia ini. Pengalaman seperti itulah yang dirasakan oleh Paulus dan Silas. Mereka memiliki semangat juang yang tinggi dalam melayani Tuhan. Tak peduli di depan ada rintangan yang menghadang, tak peduli pula tubuhnya diserang sakit penyakit, tekadnya hanya satu, yakni memberitakan injil keselamatan. Kiranya tekad seperti itulah yang mengilhami kita dalam melayaniNya.

PEMAHAMAN.

  • Bagaimana rasul Paulus menunjukkan ketaatannya kepada Allah ? ( ayat 11-12 )
  • Bagaimana rasul Paulus memulai pelayanannya di benua Eropa ?  ( ayat 13-14 )
  • Bagaimana respon orang yang baru percaya terhadap pelayanan ? ( ayat 15 )

 

Oleh pimpinan Roh Kudus Paulus dan Silas merubah rute pelayanannya ke Makedonia, setelah dalam penglihatan seorang Makedonia meminta agar Paulus menyeberang ke Makedonia dan menolong mereka. Dan rasul Paulus memahami penglihatan tersebut sebagai bentuk panggilan Allah kepada mereka untuk memberitakan injil kepada orang Makedonia. Sebagai bentuk ketaatannya kepada Allah Paulus berlayar ke Neapolis sebuah pelabuhan di kota Filipi.

Filipi merupakan koloni kerajaan Romawi, sehingga segala sesuatunya harus mengikuti undang-undang Romawi. Ketika Paulus dan Silas tiba di kota Filipi, mereka tidak mendapati Sinagoge, karena orang-orang Yahudi tidak dapat membangun Sinagoge. Walaupun demikian orang-orang Yahudi mempunyai tempat/rumah doa. Dan pada hari sabat Paulus dan Silas berjalan menyusuri sungai dan menemukan rumah doa. Disanalah Paulus mulai berbicara tentang injil kepada perempuan-perempuan yang mereka temui. Dan hal yang luar biasa adalah salah satu dari seorang perempuan yang mendengar pemberitaan Paulus menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Ia bernama Lidia, seorang pedagang kain ungu dari Tiatira. Lidia membuka hatinya bagi Tuhan sehingga ia memberi dirinya dibaptiskan dengan seisi rumahnya. Dan sebagai respon spontan ia membuka pintu rumahnya menjadi tempat persinggahan bagi pelayanan Paulus dan Silas bahkan bagi rasul-rasul yang lain.

Melalui Lidia dan keluarganya Injil bertumbuh dan berkembang di Eropa. Seharusnya kita juga bisa ! melalui kita Injil bisa bertumbuh dan berkembang di sekitar kita, dimana kita berada. Hanya yang menjadi masalah adalah apakah saudara bersedia menjadi saksi Injil Kristus ?

REFLEKSI.
Mari kita merenungkan : Kabar keselamatan selalu dimulai dari satu orang/keluarga. Apakah saudara bersedia menjadi saksi Tuhan bagi orang-orang yang ada disekitar saudara ?

TEKADKU.
Ya Tuhan, jadikanlah aku dan keluargaku sebagai alatMu.

TINDAKANKU.
Saya dan keluarga akan menjadi agen kebaikan bagi orang-orang yang ada di sekitar saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«