suplemenGKI.com

Bilangan 11:11-23

Tuhan Melihat Motivasi

 

Hari senin kemarin kita merenungkan bagaimana sikap bangsa Israel dalam meresponi situasi kehidupan yang mereka hadapi.  Mereka bersungut-sungut kepada Tuhan yang kemudian menimbulkan kemarahan-Nya.  Hari ini kita belajar dari seorang Musa yang juga menyampaikan keluhannya (sedikit bersungut-sungut) kepada Tuhan, namun Tuhan berkenan kepada Musa.   

Pertanyaan Penuntun:

  1. Mengapa Musa menyampaikan keluh kesahnya (yang terkesan agak bersungut-sungut) kepada Tuhan? (ay.11-15)
  2. Apakah Tuhan berkenan kepada Musa? (ay.16-17)
  3. Apa motivasi Musa ketika menyampaikan keluh kesahnya kepada Tuhan?
  4. Apa yang kita pelajari dari bagian ini?  Mari merenungkannya!

 

RENUNGAN

Musa dipilih Tuhan memimpin bangsa Israel.  Tidak mudah tentunya memimpin bangsa yang besar menuju tanah perjanjian.  Apalagi dalam perjalanan ada satu kebiasaan bangsa Israel yang menonjol dalam menghadapi situasi kehidupan yaitu bersungut-sungut.  Seringkali bangsa Israel mengeluh, menyesali perjalanan ke tanah Kanaan, dan seringkali tidak puas dengan apa yang Tuhan berikan dalam perjalanan.  Selalu bersungut-sungut.

Dalam bagian ini juga diceritakan ketika bangsa Israel bersungut-sungut di hadapan Tuhan, lalu Dia mendatangkan murka-Nya.  Maka, Musa sebagai pemimpin marah, mengeluh, bersungut-sungut kepada Tuhan karena merasa tidak mampu memimpin bangsa Israel.  Musa berkata kepada Tuhan “Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini?” (ay.11).  Musa bersungut-sungut kepada Tuhan karena merasa tanggungjawabnya terlalu berat.  Emosi dan keputusasaannya sudah mencapai puncaknya, sehingga ia meminta Allah untuk membunuhnya.  Maka, bagaimana respons Tuhan terhadap Musa?  Respons Allah terhadap Musa sungguh sangat mengejutkan.  Allah tidak murka, sebaliknya tujuh-puluh tua-tua diangkat untuk memikul tanggung jawab bersama Musa.  Mengapa Allah tidak murka?  Karena ada motivasi murni di balik sikap Musa yang ingin mengungkapkan kekesalannya terhadap pemberontakan Israel yang terus-menerus dan mengungkapkan kebutuhannya yang nyata yaitu teman yang bisa bekerjasama dengan dia memimpin bangsa Istael.  Jadi, keluh kesah Musa bukan didasarkan karena nafsu serakah.  Itulah yang dilihat oleh Tuhan.

Kita bisa melihat bahwa konteks sungut-sungut Musa berbeda dengan sungut-sungut bangsa Israel.  Motivasi sungut-sungut Musa sangat berbeda.  Mari merenungkan bagian ini dalam aplikasi hidup kita!  Agar kita bisa bersikap tepat di hadapan Tuhan dalam menyikapi situasi kehidupan yang ada.  Apapun pergumulan kita!  Apakah ada motivasi ‘nafsu serakah’ yang melatarbelakangi sikap bersungut-sungut dalam kehidupan kita?  Milikilah motivasi seperti Musa!

 

Tuhan melihat jauh ke dasar hati apapun yang kita lakukan.  Jangan ada motivasi ‘nafsu serakah’ yang melatarbelakangi sikap kita di hadapan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*