suplemenGKI.com

BAHAGIALAH KARENA ANUGERAHNYA

Mazmur 32 : 1 – 7

Pengantar
Ada banyak cara untuk merasa bahagia. Sering orang menilai atau memandang bahwa bahagia itu tidak ditentukan karena faktor di luar diri kita tapi karena faktor dalam diri kita. Dengan kata lain kebahagiaan tidak ditentukan oleh pihak lain tapi bagaimana kita menanggapi sebuah peristiwa atau pengalaman hidup. Kebahagiaan juga ada banyak macamnya, jadi bahagia seperti apa yang kita rindukan atau yang kita upayakan. Pemazmur mengajak kita untuk merenungkan tentang siapa orang yang berbahagia, di tengah situasi kehidupan nyata yang dikelilingi bahkan diwarnai dosa. Maka marilah kita melihat apa yang dipersaksikan pemazmur dalam Mazmur 32 : 1 – 7.

Pemahaman

Ayat   1 – 2          :  Siapa yang disebut berbahagia oleh pemazmur?

Ayat   3 – 5          :  Apa yang dialami pemazmur dalam keberdosaannya?

Ayat   6 – 7          :  Apa yang dipersaksikan pemazmur tentang TUHAN?

Pemazmur menyatakan bahwa berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Ini adalah sebuah nyanyian pengajaran Daud.

Hal ini dinyatakan (diajarkan) pemazmur sebab ia menyadari bahwa dalam keberdosaannya ia mengalami kelesuan dan hidup dalam pengeluhan. Ia merasakan kekeringan hidup dan mengalami tekanan berat. Dan semua itu terlepas ketika ia mengaku segala dosa dan pelanggarannya kepada TUHAN. Ketika dosanya ia beritahukan dan tidak disembunyikan dari hadapan TUHAN.

Pemazmur mempersaksikan bahwa TUHAN adalah persembunyian baginya di tengah kesesakan hidup. TUHAN mengelilingi sehingga terluput dari bencana kehidupan iman. TUHAN dapat ditemui dalam doa kepada-NYA, maka setialah berdoa sebagai wujud relasi yang terbuka dan akrab dengan TUHAN. Bagi pemazmur kebahagiaan hidup sejati hanya bersumber dari TUHAN, itu sebuah anugerah. Salah satu bentuk kebahagiaan adalah bahwa kita mampu melihat TUHAN dan karyanya di sekelilingi kita, dan kita dapat berlindung dalam dekapan kasih-NYA.

Refleksi
Dalam keheningan hati dan pikiran marilah kita bertanya:

  • Apakah kita telah menjadi orang yang berbahagia?
  • Apakah kita telah terbuka mengakui segala dosa dan pelanggaran di hadapan TUHAN?
  • Apakah kita telah memiliki kehidupan doa yang terbuka dan akrab dengan TUHAN?

Tekadku
Ya TUHAN, ajarlah saya untuk dapat terbuka mengakui dosa dan pelanggaran di hadapan-MU, dan mengalami kebahagiaan karena hidup dalam anugerah pengampunan-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya ingin hidup berbahagia sebagaimana yang TUHAN ajarkan melakukan kesaksian pemazmur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«