suplemenGKI.com

Ketika Iman Diselewengkan

Mikha 3:5-8

Sebagai lanjutan dari bahan yang kita renungkan kemarin, maka sebenarnya kita patut bertanya, mengapa pengetahuan – bahkan pemahaman – kita terhadap suatu kebenaran yang tidak membuat kita terhambat untuk berbuat dosa. Mengapa hal seperti ini sudah terjadi? Mari coba kita akhiri sampai 

Hari ini kita akan mereka akan merenungkan betapa pentingnya 

-  Apakah Saudara sependapat dengan orang yang mengatakan bahwa kehidupan rohani kita merupakan dasar dari setiap aspek kehidupan ini? Mengapa demikian.,

-  Apa maksud nabi Mikha ketika mengatakan, “hari akan menjadi malam bagimu tanpa penglihatan……” (ay. 6)? Bandingkan dengan Amos 5:18 dan Zefanya 1:15

-  Apakah yang menjadi dasar dari kehidupan Saudara? 

Renungan:

Masa pelayanan nabi Mikha diperkirakan mulai masa pemerintahan raja Yotam (751 – 736 sM), kemudian terus berlanjut pada masa pemerintahan raja Ahas (743 – 728 sM), dan juga masa pemerintahan raja Hizkia (728 – 696 sM). Dari masa pelayanan ini, ada suatu hal yang menarik untuk dicatat dan direnungkan. Pada masa pemerintahan Yotam, kehidupan bangsa Yehuda (Israel Selatan) cukup baik. Yotam mendirikan pintu gerbang tinggi di Bait Allah, serta membangun benteng-benteng dan menara. Selain itu Yotam juga berhasil memenangi peperangannya melawan orang-orang Amon. Alkitab mencatat bahwa Yotam menjadi kuat karena ia mengarahkan hidupnya kepada TUHAN (2Taw. 27:6). Namun, pada masa pemerintahan Ahas, kerajaan Yehuda dimusuhi oleh bangsa Siria dan bangsa Israel (Israel Utara) karena menolak untuk berkoalisi dengan mereka. Kedua bangsa ini berkoalisi dalam rangka melawan Asyur. Sedangkan nampaknya bagi Ahas adalah lebih menguntungkan untuk bersekutu dengan Asyur daripada bermusuhan dengan Asyur. Menurut catatan kitab Raja-Raja dan juga kitab Tawarikh, pemerintahan Ahas tidaklah baik. Keberanian Siria dan Israel Utara dalam memusuhi Ahas itu dapat dilihat sebagai indicator bahwa kekuatan militer Yehuda dalam masa pemerintahan Ahas tidak sekuat pada masa pemerintahan Yotam, ayahnya. Hal lain adalah, Ahas “memereteli” emas dan perbendaharaan Bait Allah untuk kemudian diserahkan sebagai upeti kepada raja Asyur. Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah ketika Ahas mengambil tindakan untuk menutup Bait Allah (2 Taw. 28:24). Ironisnya adalah, Ahas meninggalkan peribadahan kepada TUHAN yang telah memberi kemenangan kepada Yotam, ayahnya, dan sebagai gantinya ia membangun peribadahan kepada dewa Molokh, dewa kesuburan tanah yang disembah juga oleh bangsa Amon yang telah dikalahkan oleh Yotam.

Kemunduran rohani yang luar biasa ini mengakibatkan rusaknya tatanan kehidupan bangsa Yehuda. Hal ini tidaklah mengherankan, sebab tata cara ibadah kepada dewa Molokh itu sendiri sudah mengajarkan perusakan terhadap kehidupan. Pemujaan dewa Molokh ditandai dengan ritual pengorbanan anak-anak di dalam api oleh orang tuanya. Oleh sebab itu Tuhan melarang pemujaan kepada Molokh (Im 18:21; 20:2-5). Tindakan Ahas yang tidak mempedulikan lagi firman Tuhan itu mengajarkan kepada kita bahwa ketika iman diselewengkan, maka tatanan kehidupan akan berantakan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«