suplemenGKI.com

Mazmur 80:1-8

 

Menyambut Adven dengan Memandang Allah

 

Pengantar
Dalam menyongsong adven kali ini, kita bersama-sama akan merenungkan Mazmur 80, yang diberi tema oleh LAI, “Doa untuk Keselamatan Israel”. Pengharapan yang digambarkan Pemazmur di sini memang patut menjadi bahan perenungan kita dalam memasuki minggu adven yang pertama tahun ini. Karena itu, marilah kita merenungkan Mazmur 80:1-8 ini.

 

Pemahaman
- ay. 1 – 4: Mengapa Pemazmur menyapa Tuhan dengan sebutan “Gembala Israel”?
- ay. 5 – 7: Bagaimanakah penderitaan Pemazmur digambarkan di sini?

 

Mengawali doanya, Pemazmur menyapa Tuhan sebagai Gembala Israel, karena Dialah yang telah menuntun Yusuf – sebagai personifikasi dari bangsa Israel – laksana kawanan domba. Namun Tuhan bukanlah gembala manusiawi yang penuh kelemahan, melainkan Gembala ilahi yang penuh kekuatan. Hal ini nampak dari bagaimana Pemazmur menggambarkan Allah, Sang Gembala Israel itu, sebagai pribadi yang duduk di atas para kerub. Pemazmur percaya dengan segenap hatinya bahwa Allah yang digambarkannya ini sungguh-sungguh perkasa sehingga sanggup menyelamatkan umat-Nya dari deritanya.

Pedihnya hati karena penderitaan itu membuat Pemazmur berlinang air mata sepanjang hari. Gaya bahasa hiperbola di sini tentu saja digunakan Pemazmur bukan untuk mem-blow up penderitaannya, melainkan untuk menegaskan betapa besar penderitaannya sehingga ia meminum air matanya yang berlinang itu. Hal ini sangat dimaklumi karena Pemazmur juga kehilangan harga dirinya. Dia menjadi bahan cemoohan para tetangga. Ironisnya mereka tidak mampu untuk bangkit dan melawan mereka yang mengolok-olok tersebut, sehingga tanah mereka menjadi bahan sengketa dari negara-negara tetangga. Menghadapi ini semua,  yang dapat dilakukan Pemazmur hanyalah berseru kepada Allah semesta alam.

 

Refleksi
Mungkin kita sedang mengalami pergumulan hidup di tengah kesibukan kita memasuki minggu adven yang pertama ini. Namun biarlah kita tetap fokus untuk memandang dan berseru hanya kepada Allah saja, seperti yang sudah dilakukan Pemazmur. Kita harus tetap percaya bahwa Allah semesta alam yang kita sembah adalah Allah yang sanggup membebaskan kita, sebab Dia adalah gembala kita.

 

Tekad
Doa: Ya Tuhan, tolonglah saya untuk tetap mengingat bahwa Engkau sanggup menuntun kami keluar dari pergumulan hidup ini. Amin.

 

Tindakan
Untuk mengarahkan pandangan kita kepada Allah saja, kita dapat mengawali hari ini dengan menyanyikan lagu “Allah Kuasa” sebanyak 3 (tiga) kali.

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«