suplemenGKI.com

Tuhan Masih Ada

1 Raja-raja 19:9-18

Pengantar
                Pernahkah anda mengalami kegagalan-kegagalan yang bertubi-tubi, sehingga membuat anda putus asa bahkan membuat anda tidak dapat berpikir dengan baik lagi. Sebagian orang yang gagal terus menerus menjadikan ia patah semangat, stres dan akhirnya depresi. Bagaimana dengan seorang pelayan Tuhan, mungkinkah ia bisa mengalami putus asa?

Pemahaman

Ay 9, Apa yang dilakukan oleh nabi Elia di gua tersebut?

Ay 10, Apa jawaban nabi Elia ketika Tuhan bertanya kepadanya?

Ay 11-12, Apa yang Tuhan perlihatkan kepada nabi Elia?

Ay 13-14, Apa yang Tuhan tanyakan kepada nabi Elia, dan bagaimana jawabannya?

Ay 15-17, Apa yang Tuhan perintahkan kepada nabi Elia?

Ay 18, Apa yang Tuhan nyatakan kepada nabi Elia?

Pada ayat sebelumnya, nabi Elia mendapat ancaman dari ratu Izebel, bahwa Ia akan dibunuh seperti nabi Elia membunuh nabi-nabi Asyera dan nabi-nabi Baal. Mendapat ancaman dari Izebel tersebut nabi Elia menjadi sangat takut dan akhirnya melarikan diri, bahkan ia ingin mati. Dalam pelariannya, ia masuk ke padang gurun menuju ke gunung Horeb. Di gunung Horeb inilah Tuhan berbicara secara pribadi dengan nabi Elia.

Tuhan menanyakan kepada Elia, apa kerjamu di sini, hai Elia? Maka nabi Elia menjawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

Tuhan menyuruh nabi Elia keluar dari persembunyiannya, dan berdiri di atas gunung, Tuhan menunjukkan angin besar dan kuat, gempa, api, dan angin sepoi-sepoi basa kepada Elia, namun tidak ada Tuhan di dalamnya. Setelah itu Tuhan bertanya lagi kepada Elia dengan pertanyaan yang sama dan di jawab oleh nabi Elia dengan jawaban yang sama.

Tuhan memberikan perintah kepada Elia, untuk  pergi,dan kembalilah ke jalannya, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah Elia sampai, Elia harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah diurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus diurapi menjadi nabi menggantikan engkau. Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.”

Tuhan ingin menyatakan kepada Elia bahwa, ia masih punya tugas yang penting dari pada berdiam di gunung Horeb saja. Tuhan juga menyatakan bahwa orang-orang yang setia kepadaNya masih banyak yaitu 7 ribu orang bukan hanya Elia saja.

Refleksi
Renungkanlah: berapa kali anda merasa kelelahan dalam melayani, bahkan menganggap pelayanannya dikerjakan sendiri dan orang lain tidak peduli?

Tekadku
Ya Tuhan, ampuni, kalau saya merasa pelayanan itu dapat saya kerjakan dengan kekuatan saya sendiri. Bahkan saya menganggap tanpa saya pelayanan tersebut jadi mundur atau stagnan.

Tindakanku
Mempercayai Tuhan itu tetap melindungi saya, kala persoalan dan masalah yang berat menghimpit saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«