suplemenGKI.com

Amos 6:4-7.

 

“Mabuk Kemewahan Duniawi”

Pengantar:
            Di zaman modern ini dunia menyajikan kemewahan, kenikmatan dan kemudahan di segala bidang kehidupan. Sarana media online menjadi akses yang sangat mudah, cepat dan murah untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan setiap orang. Tetapi jika kita tidak hati-hati dengan semua sajian itu, secara tidak disadari kita digiring pada pola hidup yang mabuk oleh kemewahan duniawi. Bacaan hari ini memaparkan bagaimana umat Tuhan terjerat dalam pola hidup mabuk kemewahan duniawi. Mari kita telusuri dengan saksama.

Pemahanan:

  1. Suasana apakah yang digambarkan oleh penulis dalam ayat 4-6?
  2. Apakah yang hendak ditunjukkan oleh penulis dalam ayat 7?

Dalam ayat 4-6 penulis membicarakan gaya hidup umat Israel yang sarat dengan kemewahan, dan kenikmatan yang boleh dikatakan di atas rata-rata. Memiliki tempat tidur yang terbuat dari gading yang jelas harganya sangat mahal, duduk berjuntai di ranjang sambil menikmati makanan dari ternak yang terbaik, disertai pesta-pora dengan nyanyian dan tarian (v. 4-6) Tidaklah salah menikmati hidup, tetapi ketika semua itu dilakukan dengan nafsu duniawi dalam wujud gaya hidup berfoya-foya tidak memikirkan kesulitan dan penderitaan orang lain, tidak mempedulikan sesama yang membutuhkan sesuap nasi maka itu adalah dosa yang menjadi kekejian bagi Tuhan. Apalagi jika apa yang dinikmati itu adalah hasil dari pemerasan, ketidakadilan dan penindasan terhadap yang lemah. Kekayaan yang mereka gunakan untuk bersenang-senang adalah hasil penindasan terhadap orang lemah, miskin dan dari mereka yang tidak mampu melawan ketetapan atau aturan yang dibebankan oleh para penguasa kaya-raya itu. Upah bagi para budak ditahan, jam kerja diperpanjang sehingga menghasilkan keuntungan yang sangat besar bagi para majikan. Sungguh mereka telah mabuk kemewahan duniawi tetapi membuat sesama menderita (Lih. v. 12-13) Itulah wujud mabuk kemewahan duniawi yang merupakan dosa sehingga merupakan kekejian bagi Tuhan. Pada ayat 7, Tuhan merancangkan kehancuran bagi umat Israel yang demikian, dan ayat 11 sebuah gambaran keadaan kehancuran yang akan mereka alami. Dan pada ayat 14, Tuhan membangkitkan suatu bangsa untuk menghancurkan mereka yang hidupnya mabuk oleh kemewahan duniawi dari hasil ketidakadilan, penindasan dan perbuatan dosa.

Refleksi:
Renungkan sejenak. Kekayaan, kemewahan dan kenikmatan hidup adalah anugerah dari Tuhan, karena itu mari dinikmati dengan rasa syukur dan berbagi kepada sesama yang lemah.

Tekadku:
Tuhan saya bersyukur untuk kecukupan yang Engkau anugerahkan seperti yang saya nikmati saat ini, kiranya saya selalu ingat untuk bersyukur dan berbagi pada sesama yang lemah.

Tindakkanku:
Pada minggu ini saya mau menyisihkan sedikit dari berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepada saya kepada seseorang yang saya tahu ia sangat membutuhkan. Saya menyadari walaupun apa yang saya sisihkan itu kecil, tetapi saya percaya itu akan sangat berguna bagi orang tersebut.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*