suplemenGKI.com

HIDUP KUDUS DALAM RELASI KASIH

Imamat 19:16-18

 

Pengantar
Hidup rukun adalah dambaan semua orang tetapi untuk mendapatkan hidup rukun dan damai tidak gampang. Dalam kenyataan sehari-hari justru sering timbul konflik berkepanjangan, baik antara pribadi dengan pribadi, antara keluarga dengan keluarga, antara kelompok dengan kelompok, antara suku dengan suku bahkan juga antara kelompok dengan kelompok di dalam satu agama. Fitnah dan kebencian seringkali mudah dihembuskan  untuk menjatuhkan orang lain atau kelompok lain. Bagaimanakah umat TUHAN dapat hidup kudus di tengah kondisi dunia yang seperti itu? Marilah kita merenungkannya. 

Pemahaman

  • Ayat 17-18 : Dalam relasi dengan sesama, tindakan apa saja yang dapat mencemari kekudusan hidup?
  • Ayat 18        : Apakah  inti  dari  peraturan/hukum tentang relasi antar sesama?

Ketidakharmonisan relasi di tengah masyarakat bisa terus bertumbuh bila fitnah, benci dan dendam terus dihembuskan. Fitnah dapat memicu retaknya bahkan hancurnya hubungan antar sesama. Ini merupakan ancaman yang mengerikan sebab akan menghasilkan kehancuran. Menyebarkan fitnah ke sana ke mari sangat merusak tatanan kebersamaan umat yang telah dibangun oleh ALLAH melalui satu proses panjang, sepanjang perjalanan di gurun pasir menuju tanah perjanjian.

Fitnah dan kebencian merupakan sahabat karib yang harus diperangi dan dihindarkan dari dalam hati manusia karena kebencian yang ada dalam hati manusia membuahkan kehancuran dan kematian. Oleh karena itu apabila ada teman atau saudara yang salah dapat ditegor dengan terus terang, dinasihati dengan penuh cinta kasih. Bandingkan kebencian yang ada dalam hati Kain terhadap saudaranya Habel, dendam dari Esau kepada  Yakub.  Kebencian telah merusak relasi kasih persaudaraan mereka.

TUHAN memanggil umat-Nya untuk hidup kudus, memisahkan diri dari keinginan membalas dan mendendam dan sebagai penggantinya menghidupi perintah ”tetapi kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ayat 18) Perbuatan pembalasan yang dilandasi dengan dendam tidak pernah menyelesaikan masalah tapi sebaliknya membuahkan kekerasan. Bila kita mendambakan rukun dan damai, marilah mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Refleksi
Dalam keheningan ingatlah beberapa peristiwa yang menimbulkan keresahan dan konflik akibat berhembusnya fitnah, kebencian dan dendam.  Apakah yang telah kulakukan untuk menghentikan fitnah, benci dan dendam? Apakah aku telah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk mengasihi semua orang dengan hati yang tulus. Jangan biarkan fitnah, benci dan dendam menguasai diriku. 

Tindakanku
Aku akan menghentikan kabar-kabar fitnah yang menimbulkan kebencian dan konflik dengan tidak menyebarluaskan kabar itu. Aku akan terus belajar mengasihi semua orang dengan tulus termasuk mereka yang memfitnah dan membenciku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*