suplemenGKI.com

SELASA, 24 JUNI 2014

23/06/2014

Kejadian 22: 7-14

MENEMBUS KEGELAPAN

 

Pengantar
Coba bayangkan bila tiba-tiba listrik di rumah padam dan anda tidak punya lilin atau alat bantu penerangan apapun, seperti korek api atau Hp.  Anda tidak akan berdiam diri saja bukan?   Spontan, anda akan berdiri dan mengingat dimana lokasi pintu atau jendela.  Segelap apapun, pasti anda akan berusaha untuk menembusnya sampai menemukan pintu keluar.  Pengalaman yang sama juga terjadi dalam kehidupan iman Abraham.

Pemahaman
Ayat 7-8:  apa yang Ishak tanyakan dan apa jawab Abraham?
Ayat 9-10:  apa yang kemudian Abraham lakukan?
Ayat 11-12:  apa yang malaikat katakan kepada Abraham
Ayat 13-14:  pengalaman iman seperti apakah yang Abraham alami berikutnya?

Meski berbekal penerangan seadanya, siapapun tidak akan mudah menembus kegelapan malam.  Perlu keberanian dan keyakinan untuk bisa melewatinya.  Sebab bila tidak, kita tidak akan bertemu dengan keadaan terang di ujung perjalanan.  Gambaran itulah yang mungkin mewakili pergumulan Abraham dalam menanggapi kehendak Tuhan dalam hidupnya.  Bagi siapapun, anak adalah segalanya, termasuk juga Abraham.  Itu sebabnya, tidak mudah bagi Abraham mencerna dan menanggapi kehendak Allah yang menginginkan Ishak sebagai korban bakaran (ayat 2).  Ibarat malam yang pekat, Abraham harus menembus gelapnya maksud Allah yang tidak terpahami itu.

Keberanian Abraham menembus gelapnya maksud Allah, bukan sekadar karena tekad, tapi adanya keyakinan yang kuat seperti yang ia katakan kepada Ishak, “Allah yang akan menyediakan domba bakaran” (ayat 8).  Bisa jadi, jawaban Abraham kepada Ishak mengungkapkan keinginan hatinya sebagai seorang ayah, yang tidak ingin kehilangan anaknya, juga sekaligus keyakinan imannya bahwa Allah pasti punya rencana lain.  Bagian Abraham adalah tetap mengerjakan perintah itu dengan ketaatan (ayat 9, 10).  Dan ternyata benar, Allah yang menyediakan (ayat 13).  Pengalaman ini membawa Abraham mengenal Allah lebih dalam lagi, yaitu pribadi yang “menyediakan” (ayat 14).

Pergumulan apapun yang hari ini kita hadapi.  Bukan sekadar membutuhkan tekad dan ketekunan, tapi juga keyakinan bahwa di ujung jalan sana pasti ada jalan keluar.  Allah tidak pernah membiarkan umatNya berjalan sendiri.  Allah selalu punya cara yang unik untuk menjawab pergumulan hidup, asal kita mau berjalan bersama dalam gelap, tetap bersama dengan Allah.

Refleksi
Dibalik pergumulan hidup selalu ada pertolongan yang Allah sediakan bagi umatNya.

Tekadku                          
Aku mau bertekad dan berkeyakinan menembus kegelapan pergumulan hidup bersama Allah.

Tindakanku
Aku tidak ingin mundur hanya karena pergumulan, sebaliknya aku mau bertumbuh maju.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»