suplemenGKI.com

Selasa, 24 Juli 2018

23/07/2018

2 Raja-raja 4:42-44

MENJAGA TEGUHNYA IMAN

PENGANTAR
Ada dua hal yang sering membuat kita meninggalkan Tuhan. Pertama, kebutuhan-kebutuhan jasmani yang tidak terpenuhi. Kita berdoa kepada Tuhan, namun kita tidak kunjung mendapatkannya. Dalam keadaan seperti itu kita akan tergoda untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara yang lebih mudah dan cepat. Kedua, tekanan dari orang-orang di sekitar kita. Ini bisa terjadi apabila kita tinggal di lingkungan di mana sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang tidak seiman dengan kita. Dalam kedua situasi di atas, sungguh tidak mudah mempertahankan iman kita kepada Tuhan.

PEMAHAMAN

  • Ay. 42a. Mengapa orang ini membawa roti kepada Elisa? (lihat Bil. 18:13 dan Ul. 18:4). Dari nama kota tempat asalnya, apa yang dapat kita ketahui tentang masyarakat di sana?
  • Ay. 42b-44. Apa yang Elisa perbuat dengan roti itu? Kesulitan apa yang mereka hadapi dan bagaimana kesulitan itu diatasi?
  • Terkait dengan penyembahan kepada Baal yang merajalela pada zaman itu, pelajaran apa yang hendak disampaikan melalui peristiwa ini?

Di tengah kelaparan yang melanda wilayah itu, ada orang yang datang kepada Elisa dan mempersembahkan roti hasil panen pertamanya musim itu kepadanya. Ia melakukan hal ini sebagai bentuk ketaatannya kepada firman Tuhan (Bil. 18:13; Ul. 18:4). Orang ini berasal dari Baal-Salisa, sebuah kota yang tidak jauh dari Gilgal. Nama Baal-Salisa berarti “Baal yang menyediakan”. Kota ini termasuk daerah yang cukup subur namun sebagian besar penduduknya menyembah Baal. Jadi, orang yang tidak disebutkan namanya ini termasuk unik. Ia tetap setia melakukan firman Tuhan, meski tinggal di antara penyembah Baal.

Elisa menyuruh pelayannya untuk membagikan roti itu kepada seratus orang nabi yang ada dalam komunitas tersebut. Namun, roti dari Baal-Salisa itu tidak cukup untuk memberi mereka makan. Meski demikian, Elisa tetap menyuruh pelayannya membagikan roti itu dengan percaya kepada firman Tuhan yang berkata, “Orang akan makan, bahkan ada sisanya.” Roti itu pun dihidangkan, lalu mereka pun makan, dan ternyata memang masih ada sisanya.

Melalui peristiwa ini, Elisa mengajak mereka untuk tetap setia kepada Tuhan dan percaya kepada firman-Nya.  Peristiwa ini menunjukkan bahwa Baal tidak akan sanggup menolong mereka. Hanya Tuhan yang sanggup memelihara kehidupan mereka. Peristiwa ini juga mendorong mereka untuk tetap setia kepada Tuhan meskipun sebagian besar orang-orang di sekitar mereka adalah para penyembah Baal.

REFLEKSI
Ketika kita berada di tengah situasi atau lingkungan yang menekan kita, Tuhan akan hadir dengan cara-Nya yang unik untuk menopang kita dan meneguhkan iman kita.

TEKADKU
Ya Tuhan yang setia, dalam situasi atau lingkungan seperti apa pun, aku akan tetap setia kepada-Mu dan melakukan firman-Mu!

TINDAKANKU
Aku akan mengunjungi dan mendoakan seorang teman yang sedang berada dalam situasi atau lingkungan yang dapat menggoyahkan imannya kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»