suplemenGKI.com

Selasa, 24 Juli 2012

24/07/2012

Bacaan : 145 : 1-7

MULIAKANLAH TUHAN.

Suatu ketika saya sedang mengikuti acara persekutuan di luar kota, kami berangkat bersama-sama dengan peserta dari kota lain sehingga mobil kami penuh. Dalam perjalanan ke kota yang kami tuju dua orang ibu menyanyikan puji-pujian dengan begitu semangat. Saya mengira bahwa mereka akan menyanyi satu, dua atau tiga lagu dan kemudian berhenti, eh ternyata tidak, mereka justru menyanyi terus sepanjang perjalanan ke kota tujuan kami. Dan ketika ada kesempatan bertanya kepada mereka maka saya bertanya kepada mereka, “Ibu, hari ini Ibu kelihatan sangat bersukacita sehingga memuji Tuhan terus, apa yang menjadi alasan sehingga Ibu terus memuji Tuhan ? Ibu tersebut  hanya menjawab, “wah saya tidak tahu, hanya saya kepingin memuji Tuhan saja”. Terkadang kita juga seperti itu, kita menyanyi-nyanyi memuji Tuhan tetapi kita tidak mengerti alasannya.

Pertanyaan penuntun.

  1. Apa yang dialami oleh pemazmur sehingga ia memuliakan Tuhan ?
  2. Mengapa  pemazmur  memuliakan  Tuhan ?
  3. Mengapa kita perlu memuliakan Tuhan ?

RENUNGAN.

Pengalaman hidup bersama Tuhan yaitu hidup dalam persekutuan denganNya, dalam pimpinanNya, dapat melahirkan kekaguman yang luarbiasa kepada Tuhan. Sehingga dapat berdampak baik dalam kehidupan. Pemazmur telah merasakan bagaimana indahnya hidup bersekutu dengan Tuhan juga hidup dipimpin Tuhan.  Kedekatan pemazmur dengan Tuhan menjadikan ia dalam segenap hidupnya memuliakan nama Tuhan. Dalam bacaan kita paling tidak ada tiga alasan mengapa Pemazmur memuliakan nama Tuhan.

Alasan pertama : bahwa Tuhan itu Agung/Besar dan patut dipuji.

Menyadari akan kebesaran Tuhan yang tak terduga, pemazmur dengan semangat yang meluap-luap menyapa dan memuji Tuhan. Memuji Tuhan berarti memberitakan, membicarakan, menyanyikan, menceritakan, memasyurkan pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang mulia, agung, semarak, ajaib, kuat, dahsyat, baik dan adil. Pemazmur menyapa Tuhan dengan penuh sukacita  untuk mengagungkan Tuhan Allah dan memujiNya untuk selama-lamanya.  Keagungan dan Kebesaran Tuhan mengatasi alam semesta dan segala-galanya sedangkan manusia [pemazmur] adalah manusia biasa yang penuh dengan keterbatasan dan ketidakmampuan. Dengan menyadari akan hal itu maka tidak ada kata yang paling tepat selain dari memuliakan  Kebesaran Tuhan.

Kesadaran pemazmur akan Kebesaran Tuhan seharusnya juga menyadarkan kita bahwa kita adalah manusia yang terbatas yang penuh dengan kelemahan. Dengan demikian hal itu akan mengajar kita bahwa : 1). Kita perlu menyandarkan hidup kita kepada Tuhan yang Mahabesar dalam segala aspek kehidupan kita baik pekerjaan, keluarga, pelayanan dan apapun juga. 2). Kita akan menjalani hidup kita dengan rendah hati bukan dengan sombong dan congkak. 3). Kita punya kekuatan dan kesanggupan dalam menjalani kehidupan yang serba sulit, penuh tantangan karena kita punya Tuhan yang Mahabesar. Oleh sebab itu jika kita telah mengalami Kebesaran Tuhan dalam kehidupan kita maka kita harus selalu memuliakan nama Tuhan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam setiap ibadah kita kepada Tuhan.

Bagaimana dengan saudara ? apakah saudara percaya dan menyadari  akan Kebesaran Tuhan ? jika  saudara telah menyadari Kebesaran Tuhan, apakah saudara telah memuliakan nama Tuhan ?     marilah kita belajar untuk memuliakan nama Tuhan. Amin.

 “Dengan menyadari Kebesaran Tuhan kita akan terus memuliakan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«