suplemenGKI.com

Ulangan 18:9-22

Tuhan Menghendaki Taat dan Beriman  

Kita sudah merenungkan bahwa tulisan Musa dalam kitab Ulangan ini untuk memberi pengarahan kepada bangsa Israel ketika memasuki tanah perjanjian.  Musa mengingatkan akan arti ikatan perjanjian Tuhan dengan bangsa Israel yang menuntut umat-Nya untuk hidup benar sesuai perintah-Nya. 

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Bagaimanakah perintah Tuhan bagi umat pilihan-Nya? (ay.9-13, 19-20)
  2. Apa tugas seorang yang diutus-Nya? (ay.19)
  3. Apa batasan bagi seorang yang diutus-Nya?  (ay.19-20)
  4. Apa yang patut kita teladani dalam hidup ini? 

RENUNGAN

Sebagai pemimpin yang diutus Tuhan menuntun umat-Nya menuju tanah perjanjian maka Musa terus mengingatkan uma-Nya secara moral agar bangsa Israel menjaga hidup hanya mengasihi Tuhan.  Musa mendorong bangsa Israel supaya memperbaharui kesediaan memenuhi kewajiban di hadapan Tuhan sebab Dia telah membuktikan kesetiaan-Nya.  Sebagai penuntun ke arah kehidupan yang benar, Musa menyatakan akan bangkitnya seorang nabi (ay. 15, 18) yang datang dari kalangan bangsa Israel sendiri.   Tuhan akan terus membuktikan kesetiaan-Nya dengan mengutus nabi sebagai perantara menyampaikan maksud dan tuntunan-Nya. 

Dari awal pada saat bangsa Israel dipanggil keluar dari Mesir, mereka adalah bangsa yag dipanggil dan harus menjalani hidup dalam panggilan-Nya.  Dengan tegas TUHAN berkata di ay. 9 “Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau belajar berlaku sesuai dengan kekejian yang dilakukan bangsa-bangsa itu”.  Bangsa Israel harus memperhatikan hidup dan mengkhususkan diri untuk tidak mengikuti kebiasaan dari bangsa-bangsa kafir yang tinggal di sekitar mereka (ay. 9-12).  Bangsa Israel diperintahkan TUHAN untuk tidak ikut ambil bagian dalam kebiasaan bangsa tetangga, seperti dalam hal kekejian dan penyembahan roh-roh (ay. 9-13).  Juga mengenai masa depan, mereka diminta untuk hanya bergantung kepada Allah dan tidak kepada siapapun yang mereka kenal.  Oleh karena itu Allah mengkhususkan nabi-nabi untuk menyampaikan perintah dan kehendak Allah sendiri (ay. 14-22).  Nabi tidak boleh berbicara lain selain yang diperintahkan Tuhan (ay. 20).  Hal ini sekaligus merupakan penegasan Tuhan, bahwa semua yang dikatakan Nabi itu adalah benar dan dari Tuhan sendiri serta perkataan yang diucapkannya  mencerminkan kebenaran Allah.  Respon bangsa Israel terhadap semua penyampaian nabi itu adalah keharusan mendengarkan dan menaatinya, sebab jika tidak, Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban sesuai dengan janji bangsa Israel sendiri kepada Tuhan.  Dua hal ini hanyalah contoh tentang bagaimana bangsa Israel harus hidup di tanah perjanjian, mereka tidak boleh menyembah dan beriman kepada Allah lain.  Mereka juga dituntut mutlak mentaati kebenaran-Nya, tidak terkecuali bagi seorang nabi pilihan-Nya.  Maka sesungguhnya hidup di dalam panggilan Allah berarti taat dan beriman total kepada-Nya.  Hal itu suatu hal yang mutlak di dalam segala situasi kehidupan kita.  Mari belajar dan terus mengusahakan hati untuk taat dan beriman kepada-Nya dalam situasi apapun.   

Taat dan beriman secara total dalam keadaan apapun adalah panggilan hidup kita setiap hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«