suplemenGKI.com

Yesaya 63:10-14

 

Mengabaikan Kasih Setia Tuhan Akan Berdampak Penderitaan

 

Pengantar:
           Sekembalinya bangsa Israel dari pembuangan, mereka bukannya bertambah setia, taat dan kasih pada Tuhan. Melainkan memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya. Sebuah tindakan yang sangat disayangkan. Seolah-olah terjadi titik balik terhadap apa yang Tuhan lakukan bagi mereka. Titik balik itu digambarkan dengan bahasa militer: Israel memberontak, sehingga Tuhan berperang melawan mereka. Tindakan memberontak dan mendukakan Roh Kudus Tuhan itu membuat umat Israel semakin mengalami krisis Iman.

 Pemahaman:    

  1. Apa yang hendak dijelaskan tentang sikap bangsa Israel di ayat 10?
  2. Apa yang hendak ditunjukan oleh umat Israel mulai dari ayat 11-13
  3. Pelajaran apa yang bisa kita petik dari kondisi bangsa Israel?

Yesaya 63:10 adalah sebuah pengungkapan bersifat general tentang tindakan Israel yang bertolak belakang dengan apa yang telah Tuhan lakukan kepada mereka. Tuhan telah membebaskan dan mengembalikan mereka dari pembuangan ke Yerusalem, namun mereka malah memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya. Kata memberontak dan mendukakan itu menunjukan bahwa umat Israel telah melakukan pelanggaran, ketidaktaatan dan ketidak setiaan kepada Tuhan dengan  melakukan kesalehan yang palsu serta mengabaikan keadilan bagi sesama (band Yes 58:1-12) Tidak dijelaskan bagaimana hukuman Tuhan terhadap mereka, tetapi istilah militer (berperang) yang dipakai hendak menunjukan betapa serius dan berat hukuman Tuhan bagi mereka yang memberontak kepada-Nya.

Dalam kondisi menderita itu, bangsa Israel baru menyadari dan mengingat segala kasih sayang Tuhan yang telah mereka alami di masa lampau (v. 11-14) Pengingatan itu seolah menjadi momen kesadaran bahwa penderitaan mereka sangat berat, sehingga mereka sangat merindukan kondisi kasih sayang Tuhan itu kembali diberikan kepada mereka. Kerinduan itu terungkap dalam ayat 15-19. Di tengah-tengah penderitaan itu umat Israel memohon kemurahan dan belaskasihan Tuhan . Di saat penderitaan menekan, sekalipun oleh ketidaktaan, ketidaksetiaan dan pemberontakan kita, baiklah kita berseru memohon belaskasihan Tuhan.  

Refleksi:
Apakah dalam kita beribadah, melayani dan memberikan persembahan adalah sebuah kesalehan yang tulus? ataukah suatu tindakan supaya tampak saleh! Jika semua itu adalah supaya tampak saleh, maka sesungguhnya sebuah pemberontakan kepada Tuhan dan tentu tidak berkenan kepada Tuhan. Segeralah untuk menyadari dan kembali pada ketulusan.

Tekad:
Tuhan, selidikilah batinku, apakah kesalehanku adalah didasari ketulusan ataukah ketidaktulusan. Jika kesalehanku adalah didasari ketidaktulusan, ampuni aku dan tolonglah agar aku mengubahnya menjadi kesalehan yang tulus dan menyenangkan Tuhan.

Tindakan:
Mulai saat ini aku akan menjaga kesalehan ibadah, pelayanan dan kasihku kepada Tuhan dengan berlaku adil terhadap sesama dan mengasihi Tuhan dengan kasih yang tulus dan suci.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*