suplemenGKI.com

DIUBAHKAN UNTUK MENGUBAHKAN

Kisah para Rasul 3:1-10; 4:1-13

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Mengingat kembali Petrus di masa sebelum pencurahan Roh Kudus (Matius 14: 28-31; 26: 69-75), dan melihat Petrus yang sekarang di bacaan kita (maupun dalam seluruh Kisah para Rasul), menurut Anda, apakah ada perubahan yang menonjol terjadi pada diri Petrus?
  2. Menurut Anda, apakah perubahan pada diri Petrus terjadi karena mujizat dari Allah? Apakah juga memerlukan keterlibatan dari manusianya?
  3. Ayat 8-9 : Selain orang lumpuh yang disembuhkan dan juga Petrus, siapa lagi yang juga terberkati oleh karya penyembuhan tersebut?
  4. Dari seluruh perenungan kita, pelajaran apa yang bisa dapatkan dari Petrus melalui peristiwa penyembuhan ini?

 

RENUNGAN

Renungan hari ini kita fokuskan belajar pada tokoh Petrus yang dipakai Tuhan untuk menyembuhkan seorang yang sakit lumpuh sejak lahirnya.  Jika kita mengingat Petrus di masa awal pelayanannya, ia adalah orang yang terlihat cepat berbicara, sangat responsif, bersemangat, namun sayangnya beberapa kali Petrus tidak bisa membuktikan apa yang diucapkannya, bahkan kehilangan semangat dan keberanian dalam melakukan apa yang Tuhan mau. Kita tentu mengingat peristiwa Petrus berjalan di atas air, Petrus yang tidak mampu menahan kantuknya sementara Yesus sedang bergumul di Getsemani, Petrus yang memotong telinga Malkus, namun ternyata tidak mampu mengatasi ketakutannya hingga memilih untuk menyangkal Yesus daripada ditangkap prajurit dan orang-orang Yahudi pada saat itu.

Namun di perikop hari ini, kita mendapati bahwa kepada orang seperti Petruslah Tuhan mempercayakan mujizat kesembuhan itu dikerjakan.  Bahkan Petrus tetap berani menyaksikan tentang Kristus meski dihadapkan dengan risiko ditangkap dan dipenjara.

Tuhan telah mengubahkannya menjadi orang yang berani memperjuangkan imannya, berani menyaksikan Yesus yang dikasihinya. Dengan demikian, yang mengalami mujizat dalam peristiwa ini bukan hanya orang lumpuh itu, tetapi mujizat itu pertama-tama justru dialami oleh Petrus. Mujizat tidak terbatas hanya pada hal-hal yang bersifat lahiriah semata, seperti miskin jadi kaya, sakit menjadi sembuh, dll.  Mujizat juga bisa terjadi atas karakter dan temperamen seseorang.  Sebab tanpa Tuhan, tidak mungkin kita dapat mengalami perubahan yang demikian. Namun tetap juga dibutuhkan tanggung jawab dan kemauan untuk diproses dan diubahkan oleh Tuhan, sama seperti Petrus.

Apa yang terjadi pada Petrus menyadarkan kita bahwa ketika kita mengizinkan Tuhan bekerja, mengubahkan hidup kita, Ia dapat memakai kita untuk mengubahkan hidup orang lain juga. Melalui kita, orang lain dapat merasakan mujizat Tuhan, kehadiran Tuhan dan sukacita surgawi.

Apakah Anda mau menjadi berkat untuk orang lain? Mengubahkan orang lain? Pertama-tama izinkanlah Tuhan mengubahkan hidup Anda. Selamat berproses di dalam Tuhan!

 

Proses dibentuk memang tidak terlihat indah, namun melalui pembentukan itulah akan lahir karya Allah yang indah, yang bukan hanya dinikmati oleh Anda yang dibentuk, tetapi juga oleh orang-orang yang ‘mengamati’ Anda

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«