suplemenGKI.com

KARAKTER YANG KUAT

Mazmur 15 

 

Pengantar
Dalam kehidupan beriman atau beragama, khususnya terkait dengan kehadiran umat dalam peribadahan, maka ada pedoman untuk menggambarkan sebuah kepantasan untuk berjumpa atau menghadap TUHAN, misalnya dalam hal berpakaian atau hal sikap tubuh (duduk atau berdiri). Bahkan ada agama yang memiliki tata cara pembersihan diri (secara fisik) terlebih dahulu. Namun apakah kepantasan secara lahiriah tersebut dapat mencerminkan bahwa hati dan pikiran seseorang, atau bahkan dalam perbuatannya itu telah berkenan kepada TUHAN? Dalam Mazmur 15 yang kita baca pada hari ini, kita akan belajar untuk melihat kriteria kepantasan yang bukan didasarkan pada apa yang tampak secara lahiriah, tapi lebih pada perwujudan sebuah karakter atau sikap hidup yang berkenan kepada TUHAN. 

Pemahaman
Ayat  1 – 5  :  Apa kriteria orang yang boleh berjumpa atau hadir di hadapan TUHAN,

dan apa dampaknya dalam kehidupan?

Kriteria orang yang boleh berjumpa atau hadir di hadapan TUHAN adalah upaya menjawab pertanyaan: Siapa yang boleh (baca: pantas) menumpang dalam kemah TUHAN? Dan Siapa yang boleh diam di gunung TUHAN yang kudus? Maka jawabannya adalah orang yang:

  • berlaku tidak bercela
  • melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya
  • tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya
  • tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya
  • memuliakan orang yang takut akan TUHAN
  • berpegang pada sumpah, walaupun rugi
  • tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah.

Kriteria-kriteria ini memberi gambaran tentang karakter hidup orang yang berkenan kepada TUHAN, yaitu karakter hidup orang-orang yang mendengar dan melakukan kehendak TUHAN. Dan orang yang berlaku (berkarakter) demikian akan memiliki kehidupan yang tidak akan goyah selama-lamanya. Hal ini dapat dibandingkan atau diperjelas dengan bacaan dalam Matius 7 : 24 – 27 atau Lukas 6 : 46 – 49 yang diberi judul oleh Lembaga Alkitab Indonesia: “Dua macam dasar”.

Jadi marilah kita perlu menjadi pribadi yang berkarakter hidup sesuai kehendak TUHAN, sehingga dalam kebersamaan (kepantasan hidup) dengan TUHAN, kita memiliki dasar hidup yang tetap kokoh di tengah kehidupan ini. 

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita telah berupaya untuk mewujudkan karakter hidup yang berkenan kepada TUHAN?
  • Apakah kita merasakan kekuatan dalam kebersamaan (kepantasan hidup) dengan TUHAN? 

Tekad
TUHAN, jadikan aku pribadi yang dapat merasakan kekuatan dan keteguhan hidup bersama-MU 

Tindakanku
Dalam segala situasi kehidupan, saya akan berupaya untuk mewujudkan karakter hidup yang berkenan kepada TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«