suplemenGKI.com

KASIHNYA TERBUKTI

Yeremia 31:7-9

 

PENGANTAR
Percuma mendengar  dan menaruh harap pada janji, bila ujungnya sekadar kata-kata manis tanpa bukti.  Percuma percaya pada kata-kata, bila ternyata tidak ada bukti nyata.  Demikian juga dengan kasih, menjadi percuma bila tidak ada solusi pasti. Apakah hal yang “percuma” juga berlaku pada diri Allah?  Mari kita baca bagaimana Yeremia menyuarakannya kepada Israel. 

PEMAHAMAN

  • Ayat 7: Respons apa yang Allah ingin Yakub/Israel lakukan?
  • Ayat 8: Bagaimana kondisi bangsa Israel yang hidup dalam pembuangan?
  • Ayat 9c: Apa alasan Allah melakukan segala kebaikan itu bagi Israel?
  • Apakah kita masih merasakan bukti kasih Allah?  Apakah kita mau membagikan kasih yang kita buktikan dalam perbuatan?

Apa artinya janji bila tidak berbukti?  Apa artinya harapan bila jauh dari kenyataan?  Dan apakah artinya kasih bila tetap tidak peduli?  Mungkin ada banyak pertanyaan lagi yang diajukan Israel kepada Allah.  Pertanyaan tersebut wajar mengingat untuk sekian lamanya Israel menderita, dijajah dan terbuang dari negerinya sendiri.  Bangsa yang dulu besar dan pernah ditakuti, sekarang menjadi bangsa yang meringkuk dalam derita dan tanpa tanah. Sebaliknya, pertanyaan itu juga bisa menjadi tidak wajar, sebab pembuangan yang Israel alami akibat ketidaktaatan mereka.  Allah dalam kasih-Nya mengijinkan Israel terhukum dan terbuang, supaya mereka bertobat dan kembali menyadari betapa besar dan mulianya kekayaan kasih Allah yang tidak pernah membiarkan mereka, termasuk ketika berada di pembuangan.

Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepada Israel“ (ay.3), seperti seorang ayah yang dengan tekun menanti anak bungsunya kembali.  Apa yang menjadi dasar sikap Allah?  “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu” (ay.3b).  Kebenaran ini Allah buktikan kemudian setelah menyampaikan pesan melalui Yeremia, “Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung Bumi” (ay.8a).  Atas kondisi sulit yang mereka alami, Allah tetap “menghibur” dan “membawa” (ay.9a) mereka kepada keadaan yang lebih baik;  sebab Allah adalah  “bapa Israel” (ay.9c).  Artinya, Allah tidak akan memungkiri kasih-Nya kepada Israel.   Sebab kasih Allah berawal dari Diri-Nya sendiri dan selalu dinyatakan kepada siapapun yang dikasihi-Nya sebagai anak.

Adakah pergumulan dan kesulitan hidup yang membuat kita mempertanyakan kebenaran kasih Allah:  sekadar janji atau terbukti?  Kasih-Nya tidak pernah ingkar janji.  Ia menepati menurut waktu dan cara-Nya yang unik, yang mungkin tidak terpikirkan bagi kita.  Allah peduli dan selalu merangkul anak-anak-Nya untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.  Yakinilah bahwa kasih-Nya selalu terbukti setiap hari.  Tidak ada satu keadaanpun yang layak membuat kita ragu akan kasih Allah. 

REFLEKSI
Bila Allah sedemikian besar mengasihi dengan kasih-Nya yang tidak pernah berubah; masihkah kita meragukan kasih Allah?  Kasih-Nya bukan hanya tidak pernah berubah, tetapi pasti terbukti.  Tidakkah kasih Allah yang tetap dan pasti terbukti itu mendorong kita untuk berharap hanya kepada-Nya?  Mari meyakini kasih Allah yang tetap dan pasti terbukti itu dalam hidup sehari-hari, apapun yang kita hadapi. 

TEKADKU
Tuhan, terimakasih untuk kasih-Mu yang tetap dan tidak berubah.  Ajar kami tidak gampang menuduh dan menyalahkan Engkau.  Pimpin kami belajar merenung kasih dan perbuatan-Mu di setiap peristiwa hidupku. 

TINDAKANKU
Sama seperti Allah yang kasih-Nya berbukti; aku juga mau melakukan yang sama kepada sesamaku.  Mengasihi bukan hanya dengan kata-kata tetapi juga perbuatan.  Kasih yang terbukti.  Aku akan melakukan …….. (isi tindakan nyata) kepada orang yang aku jumpai di tempat kerja, tetangga, atau gereja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«