suplemenGKI.com

Selasa, 23 Mei 2017

22/05/2017

MENYATUKAN HATI

Kisah Para Rasul 1:12-14

 

PENGANTAR
Menjaga kesatuan hati di tengah komunitas bukanlah hal yang mudah. Namun perjuangan menyatukan hati harus terus diupayakan. Demikian halnya yang terjadi dalam komunitas para rasul.  Bagaimana kesatuan hati itu kemudian terjadi?  Mari kita baca dan pelajari!

PEMAHAMAN

  • Ayat 12-13:  Apa yang terjadi setelah Tuhan Yesus terangkat ke surga?
  • Ayat 14 :  Apa yang dilakukan para rasul?
  • Apakah saudara sedang terlibat dalam komunitas? Apa yang kita lakukan untuk menyatukan hati?`

Menyatukan hati menjadi salah satu tantangan hidup di tengah komunitas.  Siapa yang menjadi pemimpin?  Siapa yang harus didengar pendapatnya?  Bagaimana bekerjasama?  Semua kesulitan itu pernah dialami para rasul sebelum peristiwa Dia naik ke surga.  Wajar bila kemudian, di beberapa kesempatan Yesus menegur para rasul yang masih mempertentangkan siapa yang paling besar di antara mereka.

Setelah Dia naik ke surga, penulis Lukas menyajikan catatan menarik dan langka,  “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama” (ay.14).  Sebab ini adalah pengalaman pertama dimana para rasul dikatakan “sehati dalam doa bersama-sama”.  Kata “sehati” menunjukkan adanya kesepakatan, kesediaan dan kerendahan hati untuk melakukan sesuatu bersama.  Apa yang menyebabkan para rasul sehati? Pertama: Adanya kesediaan meletakkan pengalaman bersama Yesus sebagai milik bersama.  Artinya, mereka mau  berbagi pengalaman hidup bersama-Nya di dalam persekutuan.  Mereka saling menumbuhkan iman, di antara mereka tumbuh perasaan senasib dan sepenanggungan sehingga bersama-sama membangun komunitas yang lebih kuat.  Kalau dulu mereka terpencar karena ego, sekarang mereka menyadari pentingnya kesatuan hati.  Kedua: Adanya kesediaan bersama-sama taat menantikan janji-Nya.  Tuhan Yesus memerintahkan mereka untuk tinggal sebelum penggenapan janji (turunnya Roh Kudus) itu terjadi.  Ketiga: Adanya kesediaan bersama untuk dekat dengan Yesus melalui “doa bersama”(ay.14).  Doa menyatukan hati para rasul di hadapan-Nya, sehingga hal itu berdampak menyatukan mereka untuk membangun komunitas yang kuat.

Dalam komunitas itulah para rasul bertumbuh imannya, kasih-Nya, solidaritasnya, dll.  Sehingga komunitas itu menarik kehadiran banyak orang.  Kebersamaan yang makin beragam itu memberi kesempatan kepada orang-orang percaya untuk membangun kesatuan hati yang saling menguatkan, sebelum kemudian para rasul dan murid lain terserak karena penganiayaan besar yang terjadi di Yerusalem. 

REFLEKSI                                                                          
Mari merenungkan: Komunitas yang kuat terbangun karena setiap orang bersatu hati (bersedia) membagikan pengalaman hidupnya, setia menantikan janji-Nya dan hidup bersama dalam doa kepada-Nya.  Mari belajar menyatukan hati dalam komunitas (persekutuan) agar menumbuhkan iman, kasih, solidaritas, dll yang kuat.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk bersedia menyatukan hati ambil bagian dalam upaya membangun komunitas yang kuat di gereja (di sektor, komisi, paduan suara, dll).

TINDAKANKU
Aku mau masuk dalam komunitas dan berperan membangun komunitas yang kuat dengan cara: berbagi pengalaman bersama-Nya, menyatukan hati dalam doa, belajar menerima keunikan tiap orang, peduli teman, dll.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»