suplemenGKI.com

Mazmur 31:10-19

BERDOA DENGAN IMAN

PENGANTAR
Sebagai orang beriman, apa yang kita lakukan ketika menghadapi situasi yang sulit? Tentu saja, berdoa, memohon pertolongan Tuhan. Namun, dengan sikap seperti apakah kita berdoa? Pertanyaan ini penting karena sikap kita ketika berdoa sangat berpengaruh pada sikap kita ketika menerima jawaban Tuhan atas doa kita. Karena sikap yang salah pada waktu berdoa, tidak sedikit orang Kristen yang kemudian merasa kecewa terhadap Tuhan karena tidak mengabulkan apa yang mereka doakan. Melalui bacaan hari ini kita akan belajar bagaimana kita berdoa dengan iman yang benar.

PEMAHAMAN
Mazmur 31 adalah sebuah doa yang lahir dari seseorang yang mengalami kehidupan yang sulit: dihina, difitnah, dan dianiaya. Mazmur ini juga berisi nasihat kepada semua orang yang menderita agar mereka tetap mengasihi Tuhan dan percaya bahwa Tuhan akan melindungi mereka. Di bagian awal Mazmur ini kita dapat menemukan beberapa ciri khas sebuah doa: kepada siapa doa ini dialamatkan, yaitu kepada Tuhan (ay.2-3), pengakuan iman (ay.4-7), dan puji-pujian (ay.8-9).  Hari ini kita akan memusatkan perhatian kita pada ayat 10-19, di mana pemazmur mengungkapkan pokok-pokok pergumulannya.

  • Ay. 10-14.  Bagaimana cara pemazmur memohon pertolongan Tuhan? Apa saja yang diungkapkan di dalam doanya?
  • Ay. 15-19. Bagaimana pemazmur menghadapi kehidupannya yang sulit? Perhatikanlah bagaimana imannya mempengaruhi caranya berdoa. Dalam posisi sebagai apakah ia menempatkan dirinya di hadapan Tuhan?

Pemazmur memohon kasih karunia dari Tuhan sambil mengungkapkan berbagai masalah yang menggerogoti jiwa maupun tubuhnya: sakit hati (ay. 10), kesedihan yang berkepanjangan (ay. 11a), kondisi fisik yang merosot (ay, 11b), dan kesepian karena ditinggalkan oleh sahabat-sahabatnya (ay. 12-13). Ancaman yang lebih nyata juga datang dari musuh-musuh yang menghendaki kematiannya (ay. 14).

Pemazmur menghadapi semua itu dengan iman (ay. 15). Ia menempatkan dirinya sebagai umat-Nya (ay. 15: “Engkaulah Allahku!”). Dengan demikian, ia bisa menyerahkan hidupnya kepada Tuhan sambil tetap berdoa agar Tuhan menyelamatkannya dari musuh-musuhnya (ay. 16). Keyakinan pemazmur akan kasih setia Tuhan membuatnya memohon perkenan Tuhan, seperti seorang hamba memohon kepada tuannya (ay. 17, “buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu”), bukan memaksa Tuhan untuk melakukan apa yang diinginkannya.  Pemazmur yakin bahwa pertolongan Tuhan akan melepaskannya dari celaan para musuhnya, dan akan menghentikan mereka untuk seterusnya (ay. 18-19).

REFLEKSI
Jika kita berdoa dengan sikap iman yang benar, kita akan siap menerima apa pun jawaban Tuhan atas doa kita.

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku untuk menempatkan diriku sebagai umat-Mu dan hamba-Mu, agar aku sanggup berdoa dengan sikap iman yang benar.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan mendoakan orang-orang yang aku kenal, yang sedang menjalani kehidupan yang sulit, agar ia sanggup menghadapinya dengan iman yang teguh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«