suplemenGKI.com

Selasa, 23 Juni 2020

22/06/2020

Yeremia 28:10-17

 

“Allah tidak kompromi terhadap dusta”

Pengantar:
Kita sering mendengar kata “Kompromi”. Kompromi adalah upaya untuk memperoleh kesepakatan di antara dua pihak yang saling berbeda pendapat atau pihak yang berselisih paham. Kompromi dilakukan agar perbedaan pendapat atau silang pendapat dapat terselesaikan dengan membuat kesepakatan baru. Melalui kesepakatan baru maka akan saling menguntungkan ke dua belah pihak atau tidak ada satu pihak yang dirugikan dengan kesepakatan yang dihasilkan. Mereka yang berupaya dalam membuat kesepakatan dengan jalan kompromi menurunkan idealisme masing-masing sehingga tercapai kompromi. Tetapi sayang tidak jarang kompromi juga dimuati dengan yang namanya dusta. Hari ini kita akan memperhatikan bahwa Tuhan tidak berkenan dengan kompromi yang bermuatan dusta?

Pemahaman:

  1. Apa arti tindakan Hananya yang tertulis dalam ayat 10-11?
  2. Apakah yang hendak ditunjukan oleh Tuhan dalam ayat 12-14?
  3. Apa makna peran Yeremia yang dicatat dalam ayat 15-17?

Yeremia adalah nabi yang dipilih Allah untuk menyampaikan pesan-Nya kepada umat Israel, sebagai tandanya ia memakai sebuah gandar yaitu semacam Kuk di tengkuknya (Yer 27:1-5) Namun Hananya mengambil gandar dari tengkuk Yeremia dan mematahkannya. Tujuan Hananya adalah ingin membatalkan nubuatan Yeremia demi untuk menunjukan bahwa nubuatnyalah yang benar. Itu sebabnya di ayat 11, Hananya kembali menubuatkan bahwa dalam dua tahun mendatang akan ada kebebasan dari raja Babel karena Tuhan telah mematahkan kuk Nebukadnezar. Melalui tindakan tersebut, Hananya bukan saja ingin membatalkan nubuatan Yeremia, tetapi dia juga sedang melawan Tuhan. Tuhan kemudian berfirman kepada Yeremia bahwa Ia akan meneguhkan panggilan-Nya kembali kepada Yeremia melalui ungkapan “…Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!” Menegaskan bahwa Yeremialah yang diutus Tuhan untuk menyampaikan nubuatan yang dari Tuhan kepada umat-Nya, bahwa Tuhan akan menghukum umat-Nya melalui bangsa Babel, agar umat-Nya sadar dan tidak terlena dengan nubuatan dusta dari nabi-nabi palsu. Sedangkan Hananya yang telah bernubuat dusta demi popularitas dan kepentingannya sendiri, ganjaran hukuman telah menantinya, di ayat 16-17, pada tahun ini juga Hananya akan mati, artinya Tuhan tidak kompromi terhadap dusta dan orang yang melawan diri-Nya.

Refleksi:
Baik kita sadari atau tidak, terkadang kita main-main dengan yang namanya dusta. Mungkin kita berpikir dusta itu hal biasa, tetapi kita harus tahu dusta itu selain menghacurkan diri sendiri, dusta juga berarti kita menentang Tuhan. Jangan pernah kompromi dengan dusta.

Tekadku:
Ya Tuhan, sekarang saya sadar bahwa Engkau tidak akan pernah main-main dengan dusta, tolonglah saya agar tidak main-main dan kompromi dengan dusta.

Tindakanku:
Mulai saat ini saya harus menjauhi yang namanya dusta, sebab dusta bukan hanya  menghancurkan diri sendiri tetapi juga tindakan menentang Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»