suplemenGKI.com

Selasa, 23 Juni 2015

22/06/2015

JIWA YANG BERHARAP KEPADA TUHAN

Mazmur 130

Pengantar
Ada kalanya kita merasa bahwa hidup kita telah masuk ke jurang kesalahan yang sangat dalam sehingga tak mampu keluar dari situasi itu. Kita berpikir bahwa  tidak ada lagi pengampunan yang dapat kita peroleh dari TUHAN karena begitu banyak kesalahan yang kita lakukan secara berulang dan makin terperosok di jurang kesalahan (baca: dosa). Dan jika kita pernah merasa bahwa kita telah berseru kepada TUHAN dan tidak mendapat perhatian atau pertolongan, maka marilah kita belajar dari Pemazmur sebagaimana dinyatakannya dalam Mazmur 130.

Pemahaman

Ayat  1 – 4 :  Apa yang dilakukan Pemazmur saat menyadari keberadaannya dalam jurang kesalahan ?

Ayat  5 – 8 :  Apa yang menjadi dasar pengharapan Pemazmur akan pembebasan dari TUHAN ?

Dari dalam jurang kesalahan yang dalam, Pemazmur berseru memohon perhatian dan pengampunan dari TUHAN. Pemazmur memiliki kepercayaan bahwa ada pengampunan dari TUHAN, karena TUHAN tidak selamanya mengingat-ingat kesalahan umat yang berharap pengampunan dari-NYA. Sebab jika TUHAN tetap mengingat-ingat kesalahan umat maka tiada seorang pun yang dapat bertahan hidup di hadapan-NYA.

Dari kedalaman hidupnya (baca: kedalaman jiwanya), Pemazmur menyatakan pengharapan yang sungguh kepada TUHAN. Pengharapan yang bersumber dari Firman-NYA. Pemazmur menyatakan penantian yang  melebihi pengawal menantikan fajar. TUHAN penuh kasih setia dan berulang kali melakukan karya pembebasan. Hanya TUHANlah yang berkuasa membebaskan umat dari kesalahan mereka. Maka Biarlah umat TUHAN senantiasa menaruh pengharapan kepada TUHAN.

Ungkapan penantian yang digambarkan melebihi pengawal menantikan fajar menunjukkan betapa kuatnya pengharapan kita akan datangnya sinar terang TUHAN yang menghalau kegelapan hidup kita.

Refleksi
Marilah kita merenungkan, apakah jika kita melakukan atau jatuh dalam kesalahan dan dosa, maka kita sungguh berharap dan menantikan pengampunan dan pembebasan dari TUHAN? Ataukah kita justru makin tenggelam dalam kegelapan dan  hilang harapan karena tidak berseru kepada TUHAN ?

Tekadku
Ya TUHAN, tolonglah saya agar dapat memiliki pengharapan yang sungguh kepada-MU, dan sedia menantikan terang sinar kasih setia-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan memilih untuk berseru kepada TUHAN dan memohon pengampunan jika jatuh dalam kesalahan dan dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»