suplemenGKI.com

Selasa, 23 Juli 2013

22/07/2013

Mazmur 138

 

Bermazmur dan Bersyukur

 

Pengantar

Mazmur 138 ini sangat diwarnai oleh perasaan syukur yang mendalam dari seorang Pemazmur. Ungkapan-ungkapan seperti bersyukur, memuji, bermazmur, bernyanyi sering sekali digunakan. Oleh sebab itu para penafsir Alkitab sepakat untuk memasukkan mazmur ini ke dalam kelompok mazmur doa syukur perseorangan. Hari ini kita akan belajar bersama melalui mazmur ini. 

Pemahaman
ay. 1-3: apa yang menjadi motivasi Pemazmur dalam menaikkan syukur kepada Allah?
ay. 4-6: apa saja yang menjadi harapan Pemazmur?
ay. 7-8: apa yang dapat kita pelajari tentang iman Pemazmur?

Dalam mengawali mazmurnya, Pemazmur secara gamblang menyatakan tekadnya, “Aku hendak bersyukur kepada-Mu” (ay. 1). Tekad tersebut begitu kuat, sebab dinyatakan “dengan segenap hati”. Semuanya itu dikarenakan Pemazmur telah merasakan kasih dan setia Tuhan, yang bukan sekadar dijanjikan, melainkan sungguh-sungguh dibuktikan. Ada dua macam bukti kasih dan setia Tuhan yang telah dirasakan Pemazmur, yaitu: [a] bagaimana Tuhan menjawab doa Pemazmur, “Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku”;  dan [b] bagaimana Tuhan memberikan kekuatan kepada Pemazmur, “Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku”.

Pemazmur bukan hanya mengutarakan tekadnya untuk memuji Tuhan, tetapi ia juga menyatakan harapannya agar bangsa-bangsa lain juga melakukan hal yang sama, karena mereka juga mendengar janji Tuhan yang bersifat ya dan amin itu. Pujian bagi Allah itu memang patut dikumandangkan, sebab kemuliaan Allah sangatlah nyata. Hal ini ditegaskan Pemazmur dengan mengatakan bahwa TUHAN itu tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan mengenal orang yang sombong dari jauh (ay. 6). Oleh karena itu, tidaklah berlebihan apabila Pemazmur berharap agar para raja juga memuliakan Allah.

Berbekal pengalaman yang sedemikian konkrit itu, Pemazmur memandang masa depan dengan penuh kepastian. Tidak ada sesuatu yang perlu ditakutkan karena ada Allah yang senantiasa beserta dengan umat-Nya. Ya, Allah bukan hanya Pribadi yang tinggal nun jauh di atas sana, tetapi DIA juga adalah Allah yang sedemikian dekat. Hadir bersama dengan umat-NYA, mengulurkan tangan-NYA dan menyelamatkan umat-NYA. Di dalam keyakinan akan kasih setia Allah itulah Pemazmur dapat berseru, “Janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu”.

Refleksi
Dengan sikap bagaimana kita memandang masa depan? Apa yang akan menjadi bekal kita dalam meniti hari? Pemazmur memandang masa depan dengan penuh keyakinan, karena berbekal pengalaman berjalan bersama Tuhan. Ia mengingat pertolongan serta berbagai penggenapan janji Tuhan, dan bertekad untuk senantiasa memuliakan Tuhan. Bagaimana dengan kita?

Tekad
Doa: Tuhan, tolonglah saya untuk senantiasa mengingat penyertaan-Mu dalam hidup saya. Tolonglah saya untuk belajar bersyukur atas pertolongan yang telah Kau beri, dan menjadikannya bekal dalam menapaki hari esok. Amin.

Tindakan
Mari mengawali dan mengakhiri minimal tujuh hari ke depan dengan mengucap syukur kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»